kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Permintaan Batubara China Diprediksi Turun untuk Pertama Kalinya Sejak 2017


Senin, 08 Desember 2025 / 15:42 WIB
Permintaan Batubara China Diprediksi Turun untuk Pertama Kalinya Sejak 2017
ILUSTRASI. Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/3/2023). CCTD memproyeksikan konsumsi batu bara China turun pada 2025, pertama sejak 2017. Sektor kelistrikan jadi pemicu utama penurunan.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumsi batubara China diperkirakan turun pada 2025, menandai penurunan tahunan pertama sejak 2017. 

Proyeksi ini disampaikan Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China (CCTD), yang mencatat penurunan penggunaan batu bara terutama berasal dari sektor kelistrikan yang menahan pemakaian sepanjang tahun.

CCTD tidak menyebutkan angka pasti penurunan konsumsi. Namun, perwakilan asosiasi itu mengungkapkan bahwa lebih dari separuh perusahaan batubara mengalami kerugian tahun ini. 

Baca Juga: Impor Batubara China Bisa Turun Hingga 100 Juta Ton di 2025

“Sebanyak 53,9% perusahaan di industri beroperasi merugi, dengan harga batubara di mulut tambang turun 16,8% secara tahunan,” ujarnya dalam pertemuan Rabu lalu.

Penurunan permintaan juga terjadi di sektor baja dan material bangunan, meski masih ditopang oleh peningkatan penggunaan di industri kimia. 

Untuk tahun depan, konsumsi batubara di pembangkit listrik diperkirakan kembali tumbuh stabil, sementara permintaan dari industri baja dan konstruksi masih akan menyusut. 

Sebaliknya, industri kimia berbasis batu bara diproyeksikan tetap menjadi motor pertumbuhan permintaan.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Jatuh ke Bawah US$ 110.000, Pertama Kali sejak Maret 2025

CCTD menyebut prospek industri membaik sejalan dengan kondisi makroekonomi yang lebih kuat, meningkatnya kebutuhan listrik, dan naiknya produksi proyek kimia berbasis batu bara.

Sementara itu, impor batubara China tahun ini diperkirakan mencapai 480 juta ton, turun 11% dibandingkan tahun 2024, seiring melemahnya permintaan dan meningkatnya pasokan domestik.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×