kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Permintaan tinggi, pasokan mobil hybrid Toyota bakal ketat


Kamis, 21 Juli 2011 / 16:44 WIB
Permintaan tinggi, pasokan mobil hybrid Toyota bakal ketat
ILUSTRASI. Anak usaha Japfa (JPFA) akan membangun dan memiliki BMC senilai Rp 33,5 miliar.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

LOS ANGELES. Toyota Motor Corp, produsen otomotif hybrid atau mobil dengan bahan bakar elektrik dan bensin terbesar di dunia menargetkan minimal bisa menjual kendaraan jenis Prius sebanyak 16.000 unit hingga 2012 setelah debutnya di awal tahun ini. Ini hanya target ke pasar Amerika saja.

"Target Toyota sangat masuk akal, tapi pencapaiannya tergantung jumlah ketersediaan," kata Alan Baum, kepala perusahaan konsultan otomotif Baum & Associates West Bloomfield, Michigan. Menurut prediksinya, permintaan jenis hybrid di dalam Jepang sendiri sangat tinggi.

Terlebih Eropa juga menjadi salah satu negara dengan permintaan mobil hybrid yang tinggi dari Toyota. Oleh sebab itu, Baum memperkirakan, pasokan otomotif ini ke Amerika akan sedikit ketat.

Toyota mendominasi kendaraan jenis hybrid di Amerika tahun lalu. Perusahaan asal Jepang ini berhasil menjual sebanyak 140.928 mobil hybrid tahun lalu.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×