kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Permintaan tinggi, pasokan mobil hybrid Toyota bakal ketat


Kamis, 21 Juli 2011 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Anak usaha Japfa (JPFA) akan membangun dan memiliki BMC senilai Rp 33,5 miliar.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

LOS ANGELES. Toyota Motor Corp, produsen otomotif hybrid atau mobil dengan bahan bakar elektrik dan bensin terbesar di dunia menargetkan minimal bisa menjual kendaraan jenis Prius sebanyak 16.000 unit hingga 2012 setelah debutnya di awal tahun ini. Ini hanya target ke pasar Amerika saja.

"Target Toyota sangat masuk akal, tapi pencapaiannya tergantung jumlah ketersediaan," kata Alan Baum, kepala perusahaan konsultan otomotif Baum & Associates West Bloomfield, Michigan. Menurut prediksinya, permintaan jenis hybrid di dalam Jepang sendiri sangat tinggi.

Terlebih Eropa juga menjadi salah satu negara dengan permintaan mobil hybrid yang tinggi dari Toyota. Oleh sebab itu, Baum memperkirakan, pasokan otomotif ini ke Amerika akan sedikit ketat.

Toyota mendominasi kendaraan jenis hybrid di Amerika tahun lalu. Perusahaan asal Jepang ini berhasil menjual sebanyak 140.928 mobil hybrid tahun lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×