CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Pertama Kali Sejak 1918, Rusia Gagal Membayar Utang Pasar Internasional


Senin, 27 Juni 2022 / 12:00 WIB
Pertama Kali Sejak 1918, Rusia Gagal Membayar Utang Pasar Internasional
ILUSTRASI. Uang Rubel Rusia.


Sumber: Reuters,Bloomberg | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Untuk pertama kalinya dalam satu abad, Rusia gagal membayar utang negara dalam mata uang asing. Kondisi ini tentu merupakan buntut dari sederet sanksi ekonomi yang dikenakan negara-negara Barat.

Beberapa pemegang eurobond Rusia di Taiwan mengaku belum menerima bunga yang jatuh tempo pada 27 Mei setelah masa tenggang berakhir pada Minggu (26/6) malam.

Dilansir dari Reuters, Rusia harusnya membayar US$ 100 juta untuk dua eurobond. Masing-masing senilai US$ 29 juta  pada obligasi 2036 berdenominasi euro dan US$ 71 juta pada obligasi 2026 dalam denominasi dolar.

Terakhir kali Rusia mengalami situasi ini adalah pada tahun 1918. Saat itu, kaum Bolshevik di bawah Vladimir Lenin menolak beban utang yang ditinggalkan Tsar.

Rusia tidak pernah mengalami gagal bayar dalam bentuk apa pun sejak krisis keuangan pada tahun 1998. Rusia pun belum pernah mengalami default pasar internasional yang besar sejak pasca revolusi Bolshevik 1917.

Baca Juga: Perketat Sanksi, Biden Desak Anggota G7 untuk Melarang Impor Emas dari Rusia

Dalam beberapa hari terakhir, Rusia telah mencari cara untuk menangani pembayaran demi mencegah default pertamanya dalam satu abad. 

Presiden Vladimir Putin pada hari Rabu (22) lalu menandatangani dekrit yang berisi prosedur sementara dan memilih bank tertentu untuk menangani pembayaran di bawah skema baru dalam waktu 10 hari.

Melalui skema ini, Rusia akan mempertimbangkan kewajiban utangnya terpenuhi ketika membayar pemegang obligasi dalam rubel.

Namun, salah satu sumber terkait di Taiwan mengatakan kepada Reuters bahwa dua obligasi internasional itu tidak mencantumkan pembayaran dengan rubel.

Rusia memiliki sekitar US$ 40 miliar obligasi internasional yang beredar, sekitar setengahnya dipegang oleh investor asing.

Baca Juga: Harga Emas Naik, Didukung Rencana Pelarangan Impor Emas dari Rusia oleh Negara G7

Melansir Bloomberg, eurobond Rusia juga telah diperdagangkan di level yang sangat tertekan sejak awal Maret lalu. Kondisi semakin buruk karena devisa bank sentral masih beku dan bank-bank terbesar terputus dari sistem keuangan global.

Hari Kamis (23/6) lalu, Menteri Keuangan Anton Siluanov menyebut kabar gagalnya pembayaran utang ini sebagai lelucon. Siluanov mengatakan bahwa masih ada miliaran dolar dalam seminggu yang mengalir ke kas negara dari ekspor energi.

"Negara memiliki sarana, dan kemauan untuk membayar. Siapa pun dapat menyatakan apa pun yang mereka suka. Tetapi siapa pun yang memahami apa yang terjadi tahu bahwa ini sama sekali bukan default," kata Siluanov, seperti dikutip Bloomberg.

Kementerian Keuangan melakukan pembayaran bunga terakhir, yang nilainya setara dengan US$ 400 juta, pada hari Kamis dan Jumat. Namun, tidak ada obligasi terkait yang memungkinkan penyelesaian dalam mata uang lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×