kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pesawat militer China masuki zona maritim, Malaysia ajukan nota protes


Rabu, 02 Juni 2021 / 17:17 WIB
Pesawat militer China masuki zona maritim, Malaysia ajukan nota protes
ILUSTRASI. Para pekerja mengibarkan bendera Malaysia menjelang perayaan HUT ke-62 negara itu pada 31 Agustus di Kuala Lumpur, 31 Juli 2019. REUTERS/Lim Huey Teng.

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia menyampaikan catatan protes diplomatik juga akan meminta duta besar China di Kuala Lumpur untuk menjelaskan "pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Malaysia".

"Sikap Malaysia jelas, memiliki hubungan diplomatik yang bersahabat dengan negara mana pun tidak berarti kami akan berkompromi dengan keamanan nasional kami," kata Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein, Rabu (2/6), seperti dikutip Channel News Asia.

Protes diplomatik itu menyusul 16 pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) melakukan penerbangan mencurigakan di ruang udara zona maritim Malaysia, Wilayah Informasi Penerbangan Kota Kinabalu (FIR), dan mendekati wilayah udara nasional Malaysia pada 31 Mei lalu.

Angkatan Udara Malaysia mengatakan pada Selasa (1/6), mereka mengerahkan jet tempur untuk melakukan konfirmasi visual, setelah pesawat angkut militer China terdeteksi menuju wilayah udara negeri jiran dan mengancam kedaulatan negara.

Baca Juga: 16 Jet tempur China terbang di lepas pantai Kalimantan, Malaysia siaga!

Kedutaan Besar China untuk Malaysia mengatakan pada Selasa, pesawat militer tersebut sedang melakukan pelatihan penerbangan rutin.

"Sejauh yang saya tahu, kegiatan yang dilaporkan adalah pelatihan penerbangan rutin Angkatan Udara China dan tidak menargetkan negara mana pun," ujar seorang juru bicara Kedutaan Besar China untuk Malaysia, seperti dilansir Channel News Asia.

"Pesawat militer China menikmati kebebasan terbang di wilayah udara yang relevan," imbuhnya.

"Selama pelatihan ini, pesawat militer China secara ketat mematuhi hukum internasional yang relevan dan tidak memasuki wilayah udara teritorial negara lain mana pun," ungkap juru bicara Kedutaan Besar China untuk Malaysia.

Menurut dia, China dan Malaysia adalah tetangga yang bersahabat, dan Beijing bersedia melanjutkan konsultasi persahabatan bilateral dengan Kuala Lumpur untuk bersama-sama menjaga perdamaian juga stabilitas regional.

Selanjutnya: Memanas lagi, Filipina protes kehadiran kapal milisi China di Laut China Selatan




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×