CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Satelit ruang angkasa Rusia mengikuti dan menganggu satelit mata-mata AS


Selasa, 11 Februari 2020 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Roket Angkatan Udara AS Titan 4B lepas landas dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, 8 Mei, membawa satelit pendeteksi rudal senilai $ 250 juta. Roket 19 lantai senilai $ 432 juta diluncurkan setelah beberapa penundaan dalam hitungan mundur.


Sumber: CNBC | Editor: Noverius Laoli

Jenderal Raymond, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai kepala Pasukan Luar Angkasa AS, membandingkan kegiatan baru-baru ini dengan tes satelit Rusia pada 2017.

Satelit-satelit itu "menunjukkan karakteristik senjata," kata Raymond. 

Baca Juga: Intelijen AS: Sistem rudal Iran tak sengaja menembak jatuh pesawat komersial Ukraina

Raymond secara khusus memperingatkan Rusia karena mengembangkan teknologi yang dapat membahayakan sistem AS di ruang angkasa, dengan mengatakan manuver baru-baru ini dapat menciptakan situasi berbahaya di luar angkasa.

"Amerika Serikat menganggap kegiatan-kegiatan baru-baru ini mengkhawatirkan dan tidak mencerminkan perilaku negara antariksa yang bertanggung jawab," kata Raymond.




TERBARU

[X]
×