kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Satelit ruang angkasa Rusia mengikuti dan menganggu satelit mata-mata AS


Selasa, 11 Februari 2020 / 18:04 WIB
Satelit ruang angkasa Rusia mengikuti dan menganggu satelit mata-mata AS
ILUSTRASI. Roket Angkatan Udara AS Titan 4B lepas landas dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, 8 Mei, membawa satelit pendeteksi rudal senilai $ 250 juta. Roket 19 lantai senilai $ 432 juta diluncurkan setelah beberapa penundaan dalam hitungan mundur.


Sumber: CNBC | Editor: Noverius Laoli

Jenderal Raymond, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai kepala Pasukan Luar Angkasa AS, membandingkan kegiatan baru-baru ini dengan tes satelit Rusia pada 2017.

Satelit-satelit itu "menunjukkan karakteristik senjata," kata Raymond. 

Baca Juga: Intelijen AS: Sistem rudal Iran tak sengaja menembak jatuh pesawat komersial Ukraina

Raymond secara khusus memperingatkan Rusia karena mengembangkan teknologi yang dapat membahayakan sistem AS di ruang angkasa, dengan mengatakan manuver baru-baru ini dapat menciptakan situasi berbahaya di luar angkasa.

"Amerika Serikat menganggap kegiatan-kegiatan baru-baru ini mengkhawatirkan dan tidak mencerminkan perilaku negara antariksa yang bertanggung jawab," kata Raymond.




TERBARU

[X]
×