kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Pfizer: Varian Covid-19 di Afrika Selatan bisa menurunkan kemampuan vaksin


Kamis, 18 Februari 2021 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Logo Pfizer terlihat di lokasi pemasok global di Havant, Inggris, Senin (1/2/2021). REUTERS/Matthew Childs


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perusahaan farmasi Pfizer pada hari Rabu (17/2) menyampaikan bahwa varian virus corona baru yang menyebar di Afrika Selatan dapat mengurangi perlindungan antibodi dari vaksin Pfizer-BioNTech.

Dilansir dari Reuters, tim peneliti Pfizer kini mulai khawatir apakah vaksin mereka akan efektif melawan mutasi. Uji coba terbaru menunjukkan tingkat perlindungannya turun hingga dua pertiga dari sebelumnya.

Dalam penelitian terbarunya, Pfizer turut menggandeng para ilmuwan dari University of Texas Medical Branch (UTMB). Mereka mengembangkan virus rekayasa yang mengandung mutasi yang sama dengan jenis yang beredar di Afrika Selatan, yang dikenal sebagai B.1.351.

Baca Juga: WHO: Jumlah kasus mingguan virus corona turun hampir setengah, hanya dalam 5 minggu

Virus rekayasa tersebut kemudian diuji terhadap darah yang diambil dari orang yang telah diberi vaksin. Hasilnya, ada penurunan dua pertiga dalam tingkat antibodi penetral dibandingkan dengan pengaruhnya pada versi virus yang umum beredar di AS.

Hasil temuan tersebut juga langsung dipublikasikan di New England Journal of Medicine (NEJM) dengan harapan bisa menjadi acuan terbaru bagi semua pengembang vaksin Covid-19 di seluruh dunia.

Meskipun demikian, tim peneliti mengatakan bahwa masih tidak jelas apakah pengurangan dua pertiga itu akan membuat vaksin tidak efektif terhadap varian yang menyebar di seluruh dunia.

Baca Juga: WHO: Orang yang pernah terjangkit virus corona tetap harus dapat vaksin




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×