Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - OTTAWA – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, bergerak cepat memanfaatkan mandat mayoritas parlemen yang baru diraihnya untuk mengeksekusi kebijakan fiskal darurat.
Dalam pengumuman resmi PM Mark Carney pada Selasa (14/4) disiarkan langsung melalui kanal Youtube @MarkJCarney.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengonfirmasi penghapusan cukai bahan bakar jenis bensin dan solar guna menjinakkan inflasi energi lebih dari sebulan terakhir.
Harga energi di Kanada melesat akibat terdampak tidak langsung dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
Baca Juga: Canadian PM Mark Carney Halts 70% of Military Budget Flow to the United States
Pemerintah Kanada secara resmi memangkas pungutan pajak bahan bakar mulai pekan depan, hingga Labor Day atau 7 September 2026. Dalam periode intervensi fiskal selama 21 minggu ke depan, kebijakan ini mencakup perincian sebagai berikut:
Pertama, pemotongan harga bensin (gasoline) melalui pengurangan pajak sebesar C$ 0,10 (10 cent) per liter. Dengan asumsi kurs 1 CAD = Rp 12.400, nilai ini setara dengan Rp 1.240 per liter.
Kedua, pemotongan harga solar (diesel) dengan pengurangan sebesar C$ 0,04 (4 cent) per liter atau setara Rp 496 per liter.
Jika akumulasi pemotongan ini digabungkan dengan kebijakan penghapusan pajak karbon yang telah dieksekusi sebelumnya, total penghematan mencapai 28 cent per liter. Artinya, harga BBM di tingkat konsumen bakal terjerembap turun sekitar Rp 3.472 per liter.
Baca Juga: Trump Ngambek! Tolak Mentah-Mentah Bertemu PM Kanada Mark Carney, Ini Penyebabnya
Ketiga, relaksasi pajak di sektor aviasi dengan menghapuskan pajak penerbangan pada periode yang sama. Pemerintah Kanada ingin memberikan ruang napas bagi industri penerbangan domestik dengan memangkas pajak minyak aviasi, guna menekan ongkos tiket pesawat selama musim liburan.
"Kebijakan pengurangan pajak ini, akan dinikmati oleh 22 juta orang-orang Kanada sehingga bisa per keluarga bisa menghemat hingga C$ 840," katanya.
Tak hanya itu, 400.000 anak akan mendapatkan makanan sehat di sekolah, dan program ini menghemat belanja orang tua mereka hingga C$ 800 per tahun. Seperti kita tahu, Kanada memiliki Program Makan Siang Nasional (National School Food Program) yang telah dijalankan.
Tonton: Perancis–Inggris Siapkan Misi Damai di Hormuz! Bukan Ikut Blokade AS
Dampak Harga di Pasar
Berdasarkan riset pasar terkini, sebelum kebijakan ini berlaku, rata-rata harga bensin di Kanada sempat bertengger di level C$ 2,08 per liter atau setara Rp 25.792/liter. Lewat intervensi PM Carney, warga Kanada diprediksi bisa menikmati Harga bensin di kisaran C$ 1,80 per liter (setara Rp 22.320/liter) atau sekitar C$ 6,81 per galon.
Sementara itu, harga solar diproyeksikan parkir di level C$ 1,84 per liter atau setara Rp 22.816 per liter (sekitar C$ 6,96 per galon standar AS).
Stimulus Fiskal dan Jaring Pengaman
Tak hanya sektor energi, pemerintahan PM Mark Carney mempertegas komitmen mengguyurkan jaring pengaman sosial dalam Budget 2025 demi menjaga daya beli:
Pertama: Rebate Tunai (Canada's New Cheque and Benefits): Sebanyak 12 juta warga yang membutuhkan akan menerima bantuan tunai langsung ke rekening hingga C$ 1.800 per keluarga (setara Rp 22,32 juta) pada musim panas tahun ini.
Kedua: Efisiensi Anggaran: Pemerintah akan memangkas biaya operasional birokrasi sebesar C$ 60 juta (setara Rp 744 miliar) selama 5 tahun untuk mendanai program prioritas.
Baca Juga: Penerimaan Pajak per September 2025 Turun karena Restitusi Pajak Meningkat
Ketiga: Sektor Properti: PM Carney menghapus Pajak Pertambahan Nilai (GST) untuk pembelian rumah baru di bawah C$ 1 juta setara Rp 12,4 miliar. Langkah ini memberikan penghematan hingga C$ 50.000 atau Rp 620 juta bagi pembeli rumah pertama.
"Ini adalah jembatan menuju hari esok yang lebih baik. Saat warga mengelola keuangan dengan hati-hati, pemerintah harus melakukan hal yang sama melalui manajemen fiskal yang bertanggung jawab," tandas Mark Carney.













