Sumber: Bernama,Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan, keputusan pengadaan angkatan bersenjata dan kepolisian Malaysia yang terkait dengan penyelidikan korupsi akan dibekukan sementara hingga mereka sepenuhnya mematuhi peraturan terkait.
Menurut laporan media pemerintah Bernama yang dilansir Reuters, Jumat (16/1/2026), penangguhan ini dilakukan menyusul tuduhan penyuapan yang terkait dengan proyek pengadaan militer, dimana Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) menggerebek beberapa perusahaan yang diduga terlibat dalam skema penyuapan dan membekukan enam rekening bank milik seorang tersangka dan anggota keluarganya.
Seorang mantan kepala angkatan darat dan empat orang lainnya ditahan pada 8 Januari sehubungan dengan dugaan penyuapan.
Baca Juga: Malaysia Salip Thailand sebagai Negara Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan di ASEAN
Media lokal melaporkan bahwa mantan kepala angkatan darat tersebut dibebaskan dari tahanan pada hari Senin.
Mantan kepala angkatan darat Muhammad Hafizuddeain Jantan telah diberhentikan sementara sejak akhir Desember sambil menunggu penyelidikan atas masalah tersebut.
Menurut Kantor Berita Bernama, Anwar mengatakan pemerintah, melalui kementerian terkait, akan meninjau dan mengatur ulang semua pengadaan untuk memastikan transparansi dalam sistem yang ada.
Baca Juga: Warga Miskin Malaysia Resmi Boleh Mendulang Emas di Sungai
"Kami akan mencatat dan menunggu laporan tentang celah atau kelemahan apa pun dalam sistem pengadaan, sehingga kami dapat meninjau dan merestrukturisasinya untuk memastikan kepatuhan penuh," katanya.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
