Politikus AS prediksi kejatuhan bursa saham

Senin, 03 Juli 2017 | 22:12 WIB Sumber: CNBC
Politikus AS prediksi kejatuhan bursa saham


WASHINGTON. Peringatan terhadap akan terjadinya koreski besar-besaran pada bursa saham global, dikumandangkan mantan anggota Kongres Partai Republik Amerika Serikat (AS), Ron Paul. Menurut Paul, rekor Standard and Poor's 500 Index (Indeks S&P) yang terjadi pada 19 Juni lalu di level 2.453,46 tidak sesuai dengan kondisi fundamentalnya. Kondisi ini yang pada akhirnya akan memicu koreksi hebat, yang tidak bisa terhindarkan.

Seperti diberitakan CNBC, Senin (3/7), pria berusia 81 tahun itu menyatakan ekonomi global tidak sekuat seperti apa yang menjadi keyakinan dan konsensus Wall Street. Kepada CNBC, Paul menyatakan pergerakan indeks dapat berbalik arah dengan sangat drastis, hingga Oktober mendatang.

"Jika kelak pasar saham turun 25% dan harga emas naik 50%, itu bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan untuk saya," ucap Paul, kepada CNBC. Dari skenario ini, Paul meramal indeks S&P bakal rontok ke posisi 1.819.

Adapun emas sebagai instrumen save haven, menurut Paul bakal melejit ke posisi US$ 1.867 per ons troi. Hingga Senin pukul 21.36 WIB, harga kontrak emas pengiriman bulan Agustus di Commodity Exchange berada di posisi US$ 1.223,80 per ons troi.

"Kebanyakan orang saat ini berfikir bahwa semuanya akan berjalan indah, dan harga saham akan terus naik," ucap pria yang juga ahli medis tersebut.

Asal tahu saja, prediksi Paul setahun lalu terbukti cukup akurat, kala memprediksi koreksi indeks S&P sebesar 21%, sementara Dow Jones naik 24%.

Paul merupakan politikus yang sangat kritis terhadap kebijakan bank sentral AS atawa The Federal Reserve (The Fed). Dia menyayangkan kebijakan The Fed yang menurutnya terlalu lama mempertahankan suku bunga rendah. "Ada banyak kesalahan yang dibuat di luar sana, sehingga koreksi hampir bisa dikatakan tidak terbatas," pungkas Paul.

Editor: Yuwono triatmojo

Terbaru