CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ponsel cerdas Huawei berpeluang bisa pakai layanan Google lagi


Senin, 14 Oktober 2019 / 09:48 WIB
ILUSTRASI. Huawei Nova


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Huawei kembali mendapat sinyal hijau dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah administrasi Donald Trump. Vendor asal China itu bakal bisa menggunakan layanan Google lagi, seperti toko aplikasi Play Store di ponsel Android besutannya.

Dalam sebuah pertemuan minggu lalu, Pemerintah AS disebut akan mengizinkan perusahaan di negaranya untuk kembali menjual produk ke Huawei. Syaratnya, produk yang boleh mereka jual hanyalah peralatan "non-sensitif".

Tidak dijelaskan, apa maksud dari komponen "non-sensitif" tersebut. Kemungkinan, istilah ini merujuk pada peralatan yang tidak mengancam keamanan dalam negeri AS.

Baca Juga: Huawei: Teknologi 5G bisa sasar korporasi dan end user

Salah satu "korban" dari kebijakan ini adalah ponsel Android terbaru besutan Huawei, Mate 30 Pro. Smartphone yang meluncur bulan lalu itu tidak dilengkapi layanan Google, seperti Play Store, Google Maps, dan YouTube.

Informasi saja, sejak Mei 2019, Huawei dan puluhan afiliasinya masuk ke dalam daftar entity list Pemerintahan Trump. Artinya, mereka dilarang berbisnis dengan perusahaan asal AS tanpa izin.

Setelah kabar tersebut, satu per satu perusahaan AS memutuskan bisnis dengan Huawei. Salah satunya adalah Google yang memiliki lisensi Android, satu-satunya sistem operasi yang menjadi andalan Huawei untuk bisnis smartphone.

Sejatinya, ini bukan kali pertama Trump menjanjikan untuk membuka kembali bisnis Huawei dan perusahaan asal negeri paman Sam. Pada Juni lalu, selepas pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping, Trump berjanji mengizinkan perusahaan AS untuk berbisnis dengan Huawei bila telah mendapat izin.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×