kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Porsi investasi saham Japan Post bakal ditambah


Kamis, 05 November 2015 / 12:05 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Yudho Winarto

TOKYO. Japan Post Bank Co meracik ulang portofolio investasinya. Perusahaan pelat merah yang baru saja melantai di bursa Tokyo ini akan menaikkan dana investasi di instrumen saham.

Presiden Direktur Japan Post Bank, Masatsugu Nagato mengatakan dalam sebuah wawancara di Tokyo, mereka bakal meningkatkan alokasi investasi di saham dari saat ini yang nilainya  ¥ 2 triliun. 

Perusahaan ini juga mempertimbangkan membenamkan investasi ke kanal investasi lain, seperti perusahaan private equity dan juga dana investasi real estate Amerika Serikat (AS). Porsi investasi Japan Post Bank Co di saham saat ini sekitar 1% dari total kepemilikan aset.

"Jika kita berbicara tentang ¥ 2 triliun di dalam portofolio ¥ 200 triliun, saya pikir itu adalah sesuatu yang harus kita diskusikan, ada potensi untuk saham naik sedikit," kata Nagato seperti dikutip Bloomberg.

Japan Post Bank mulai mendiversifikasi penempatan dananya pada akhir Juni 2015. Pada saat itu, Japan Post mengurangi porsi investasi di obligasi menjadi 49,2%.

Sebelumnya, pada April 2015 lalu,  Japan Post telah mengumumkan akan mengerek investasi di aset lain selain obligasi pemerintah Jepang, sebesar 30% menjadi ¥ 60 triliun hingga Maret 2018.

Nagato mengaku belum memasang target investasi di obligasi pemerintah Jepang. "Mengingat tingkat saat ini, kepemilikan tidak naik," kata Nagato. 

Analis Amundi Asset Management berspekulasi, Japan Post Bank bisa meniru Government Pension Investment Fund (GPIF) yang menggeser mayoritas portofolio ke saham. Sebanyak 25% portofolio GPIF dilimpahkan ke saham.

Nagato mengatakan, Japan Post Bank tak bakal mengambil langkah sama dengan GPIF. Japan Post Bank cenderung mengambil instrumen investasi untuk kebutuhan dana jangka panjang seperti deposito. Sedangkan, investasi-investasi GPIF kebanyakan merupakan jangka pendek.

"Bank akan mencari keuntungan dengan menempatkan dana ke deposito tidak dengan memegang 25% saham seperti GPIF," jelas Nagato.

Saham Japan Post Bank bersama dengan induknya melompat tinggi di bursa Tokyo setelah debut pertamanya. Harga saham Japan Post Bank Co naik 14% menjadi ¥ 1.653. Sedangkan, indeks Topix tumbuh 1,5%.  




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×