kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Trump: AS Akan Keluar dari Iran “Cukup Cepat” dan Kembali Jika Diperlukan


Rabu, 01 April 2026 / 21:05 WIB
Trump: AS Akan Keluar dari Iran “Cukup Cepat” dan Kembali Jika Diperlukan
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS akan “keluar dari Iran cukup cepat” dan bisa kembali melakukan serangan terbatas jika diperlukan, menjelang pidatonya di prime time untuk membahas konflik yang telah memasuki pekan kelima.

Dalam wawancara telepon dengan Reuters, Trump juga mengkritik NATO karena menurutnya aliansi itu tidak mendukung tujuan AS di Iran.

Ia menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan menarik AS dari NATO.

“Mereka tidak pernah menjadi teman saat kami membutuhkannya. Kami tidak pernah meminta banyak … ini jalan satu arah,” kata Trump pada Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Petinggi The Fed: Kebijakan Moneter AS Tetap Tepat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Rencana Penarikan dan Serangan Terbatas

Saat ditanya kapan AS akan menganggap perang di Iran selesai, Trump menjawab, “Saya tidak bisa memberitahu secara pasti … kami akan keluar cukup cepat.”

Ia menegaskan bahwa tindakan AS selama ini memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.

“Mereka tidak akan punya senjata nuklir karena mereka sekarang tidak mampu, dan setelah itu saya akan pergi, membawa semua orang bersama saya, dan jika perlu, kami akan kembali untuk melakukan serangan terbatas,” ujar Trump.

Iran sendiri selalu menyatakan program nuklirnya bersifat damai dan tidak bertujuan mengembangkan senjata nuklir.

Baca Juga: Penjualan Ritel AS Tumbuh Solid pada Februari 2026, Tapi Harga BBM Jadi Ancaman

Perubahan Rezim di Iran

Trump mengklaim adanya perubahan rezim setelah serangan udara yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

“Kami telah mendapatkan perubahan rezim. Saya menangani peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan karena mereka tidak ingin diserang lagi,” kata Trump.

Ia menambahkan, “Saya sebenarnya tidak memerlukan perubahan rezim, tapi kami mendapatkannya karena korban perang. Hal utama adalah mereka tidak akan punya senjata nuklir. Dan mereka juga tidak menginginkannya.”

Mengenai uranium yang masih diperkaya oleh Iran, Trump menuturkan, “Itu masih di bawah tanah, saya tidak terlalu peduli. Kami akan selalu memantau melalui satelit.”




TERBARU

[X]
×