kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45970,79   2,64   0.27%
  • EMAS928.000 0,32%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.05%

Positif corona, Donald Trump: Hari berikutnya jadi ujian yang sesungguhnya


Minggu, 04 Oktober 2020 / 15:00 WIB
Positif corona, Donald Trump: Hari berikutnya jadi ujian yang sesungguhnya

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dirawat karena terinfeksi virus corona (Covid-19) di rumah sakit militer di luar Washington mengatakan dia merasa sakit ketika dia tiba di fasilitas kesehatan itu, tetapi sekarang merasa lebih baik.

Dalam sebuah rekaman video, Trump, terlihat lelah dan mengenakan jas tapi tanpa dasi. "Aku mulai merasa baik," ujar dia seperti dikutip Reuters.

Dia menambahkan selama periode beberapa hari berikutnya, dia merasa itu adalah ujian yang sebenarnya. "Kami akan melihat apa yang terjadi selama beberapa hari mendatang. "

Donald Trump dirawat dengan koktail antibodi eksperimental untuk mengobati Covid-19 dan dipindahkan ke rumahsakit militer sebagai tindakan pencegahan.

Baca Juga: Xi Jinping doakan Trump cepat sembuh dari virus corona

Mengutip Reuters, Sabtu (3/10), Dokter presiden, Dr.Sean Conley dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Trump lelah, tetapi memiliki semangat yang baik setelah menerima dosis intravena dari antibodi ganda Regeneron Pharmaceuticals Inc.

Trump juga mengonsumsi penguat sistem kekebalan, zinc, vitamin D, aspirin dan obat-obatan generik lainnya.

Trump, 74 tahun berjalan ke helikopter pada Jumat sebelum dipindahkan ke suite khusus di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland selama beberapa hari ke depan.

Obat Regeneron, REGN-COV2, adalah bagian dari kelas obat Covid-19 eksperimental yang dikenal sebagai antibodi monoklonal: salinan buatan antibodi manusia terhadap virus yang sedang dipelajari untuk digunakan pada pasien dengan penyakit awal.

Dokter Trump cukup prihatin dengan apa yang mereka lihat sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan obat eksperimental. "Obat eksperimental menurut definisi berisiko," kata Dr. Edward Jones-Lopez, spesialis penyakit menular di Keck School of Medicine of the Universitas California Selatan di Los Angeles seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Presiden Donald Trump positif corona, ini gejala Covid-19 terbaru




TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×