kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Presiden Korea Selatan bertemu Trump, berharap memecah kebuntuan perundingan AS-Korut


Kamis, 11 April 2019 / 11:24 WIB

Presiden Korea Selatan bertemu Trump, berharap memecah kebuntuan perundingan AS-Korut
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Korsel Moon Jae-in

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (11/4) dengan harapan dapat membantu mengembalikan pembicaraan denuklirisasi dengan Korea Utara ke jalurnya setelah pertemuan puncak yang gagal antara AS dan Korea Utara pada Februari lalu.

Mengutip Reuters, Moon tiba di Washington pada Rabu malam dan dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton dan Wakil Presiden Mike Pence pada Kamis pagi sebelum bertemua dengan Trump di Gedung Putih pada siang harinya.


Menjelang perjalanannya, para pembantu Moon menekankan perlunya menghidupkan kembali perundingan AS-Korea Utara sesegera mungkin pasca gagalnya pertemuan puncak kedua antara Trump dengan Kim Jong Un di Hanoi pada 28 Februari.

Gedung Putih mengatakan Trump dan Moon akan membahas masalah bilateral dan masalah Korea Utara, tetapi para pejabat AS menolak untuk merinci lebih lanjut.

Moon mempertaruhkan reputasi politiknya dalam mendorong negosiasi AS dan Korea Utara yang bertujuan membujuk Kim untuk menghentikan program senjata nuklir yang mengancam AS.

Moon menekankan perlunya menawarkan konsesi Korea Utara untuk mendorong negosiasi, tetapi AS tampaknya telah memantapkan posisinya terhadap pendekatan bertahap yang dicari oleh Korea Utara dimana langkah-langkah bertahap akan dihargai dengan bantuan dari sanksi hukuman.

Pada Kamis, media pemerintah Korea Utara memberitakan Kim telah mengatakan pada pertemuan Partai Buruh Korea yang berkuasa bahwa ia akan mendorong kemajuan dengan upaya untuk membuat ekonomi lebih mandiri. "Untuk menghadapi pukulan yang jelas kepada pasukan musuh yang pergi dengan mata merah salah menghitung bahwa sanksi dapat membuat (Korea Utara) bertekuk lutut."

Bulan lalu, seorang pejabat senior Korea Utara memperingatkan bahwa Kim mungkin memikirkan kembali moratorium peluncuran rudal dan uji coba nuklir sejak tahun 2017, kecuali Washington membuat konsesi seperti mengurangi sanksi ekonomi.
 


Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0962 || diagnostic_web = 0.4089

Close [X]
×