kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Presiden Meksiko tolak bayar "Tembok Trump"


Kamis, 26 Januari 2017 / 15:23 WIB


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

WASHINGTON. Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto menyatakan, tidak akan memberikan dana untuk pembangunan tembok perbatasan yang direncanakan Amerika Serikat. Meski menentang rencana Presiden Trump itu, Pena Nieto tetap akan melakukan rencana perjalanannya ke Negeri Paman Sam pada pekan depan.

"Meksiko tidak yakin dengan pembangunan tembok. Saya katakan lagi: Mexico tidak akan membayar pembangunan tembok," kata Pena Nieto dalam sebuah pernyataan video seperti dilansir CNN, Kamis (26/1).

Pena Nieto mengatakan, ia akan menunggu laporan akhir dari pejabat yang telah bertemu dengan pihak Trump di Washington, sebelum memutuskan langkah yang akan diambil selanjutnya.

Dia juga telah memerintahkan badan-badan pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi imigran. "Saya sudah meminta Menteri Hubungan Luar Negeri untuk kembali menegakkan tindakan perlindungan kepada warga negara kita," katanya. 

Pena Nieto menambahkan, sekitar 50 konsulat Meksiko di AS juga akan dikerahkan untuk membela hak-hak imigran di negara itu. Selain itu, ia memerintahkan anggota DPRD dan organisasi sipil untuk membantu imigran.

Menurut Pena Nieto, Meksiko menawarkan dan mengharapkan respons yang baik. "Meksiko menawarkan persahabatan kepada rakyat Amerika Serikat dan ingin mencapai kesepakatan dengan pemerintahnya, penawaran yang baik bagi negara dan rakyat Meksiko," ucapnya.

Sebelumnya, Trump meneken dua perintah eksekutif yang mengarahkan pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko, menambah kekuatan patroli perbatasan dan meningkatkan jumlah aparat penegak imigrasi yang melaksanakan deportasi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×