kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar orang tak dikenal saat tur nasional


Rabu, 09 Juni 2021 / 04:45 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Dauphine Libere setelah serangan itu, Macron mengatakan: "Anda tidak dapat memiliki kekerasan, atau kebencian, baik dalam ucapan atau tindakan. Jika tidak, demokrasi itu sendiri yang terancam."

Macron mengatakan dia tidak mengkhawatirkan keselamatannya, dan terus berjabat tangan dengan anggota masyarakat setelah dia dipukul. "Saya akan terus berjalan, dan saya akan terus berjalan. Tidak ada yang bisa menghentikan saya," katanya.

Pada tahun 2016, Macron, yang saat itu menjabat sebagai menteri ekonomi, dilempari telur oleh anggota serikat buruh sayap kiri selama pemogokan menentang reformasi perburuhan. 

Dua tahun kemudian, pengunjuk rasa “rompi kuning” anti-pemerintah mencemooh Macron dalam sebuah insiden yang menurut sekutu pemerintah membuat presiden terguncang.

Selanjutnya: Cegah gelombang ketiga Covid-19, Presiden Prancis perintahkan lockdown nasional




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×