kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Presiden Sri Lanka Kabur ke Maldives, Terbang dengan Jet Militer


Rabu, 13 Juli 2022 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah meninggalkan negara itu dengan jet militer. REUTERS/Dinuka Liyanawatte


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - KOLOMBO. Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah meninggalkan negara itu dengan jet militer. Rajapaksa melarikan diri di tengah aksi protes massal atas krisis ekonomi yang melanda Sri Lanka.

Melansir BBC, Gotabaya Rajapaksa yang berusia 73 tahun itu tiba di ibu kota Maladewa, Male, sekitar pukul 03:00 waktu setempat (22:00 GMT).

Kepergian Gotabaya Rajapaksa mengakhiri dinasti keluarga yang telah memerintah Sri Lanka selama beberapa dekade.

Gotabaya Rajapaksa bersembunyi setelah kediamannya diserbu massa yang marah pada hari Sabtu.

Gotabaya Rajapaksa sebelumnya telah berjanji untuk mengundurkan diri pada Rabu 13 Juli.

Menurut beberapa sumber kepada BBC, saudara Gotabaya Rajapaksa yang merupakan mantan Menteri Keuangan, Basil Rajapaksa, juga telah meninggalkan negara itu. Dia dikabarkan sedang menuju ke AS.

Ketika berita tentang kepergian Gotabaya Rajapaksa menyebar, perayaan yang riuh pecah di antara para demonstran di Galle Face Green, tempat protes utama di ibu kota, Kolombo.

Pada Selasa malam sudah ada ribuan orang berkumpul di taman, menunggu pengunduran diri Gotabaya Rajapaksa.

Baca Juga: Sri Lanka Bangkrut, Sri Mulyani Diminta Waspadai Efeknya ke Indonesia

Warga Sri Lanka menyalahkan pemerintahan Gotabaya Rajapaksa atas krisis ekonomi terburuk mereka dalam beberapa dasawarsa.

Selama berbulan-bulan mereka berjuang dengan pemadaman listrik setiap hari dan kekurangan kebutuhan pokok seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan.

Pemimpin, yang menikmati kekebalan dari penuntutan saat dia menjadi presiden, diyakini ingin melarikan diri ke luar negeri sebelum mengundurkan diri untuk menghindari kemungkinan penangkapan oleh pemerintahan baru.

Kepergian presiden berpotensi menyebabkan kekosongan kekuasaan di negara itu. Apalagi Sri Lanka saat ini sangat membutuhkan pemerintahan yang berfungsi untuk membantunya bangkit dari kehancuran finansial.

Baca Juga: 5 Hal yang Akan Terjadi Jika Suatu Negara Bangkrut seperti Sri Lanka

Politisi dari partai lain telah berbicara tentang pembentukan pemerintah persatuan baru, tetapi belum ada tanda-tanda mereka hampir mencapai kesepakatan. Juga tidak jelas apakah publik akan menerima apa yang mereka buat.

Di bawah konstitusi, perdana menteri, Ranil Wickremesinghe, yang harus bertindak menggantikan presiden jika yang terakhir mengundurkan diri. Perdana menteri dianggap sebagai wakil presiden di parlemen.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×