kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Presiden Ukraina: Trump tidak berusaha memeras saya


Kamis, 10 Oktober 2019 / 15:41 WIB
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump is silhouetted as he hosts a Keep America Great rally at the Santa Ana Star Center in Rio Rancho, New Mexico, on September 16, 2019. REUTERS/ Tom Brenner TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China menyatakan, Tiongkok tidak berniat melakukan intervensi dalam urusan dalam negeri Amerika Serikat (AS) terkait saran Presiden Donald Trump agar Beijing menyelidiki Joe Biden.

"China selalu tidak ikut campur tangan dalam urusan dalam negeri negara-negara lain," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang dalam jumpa pers mingguan di Beijing, Selasa (8/10), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Inilah mereka-mereka yang terlibat dalam drama kasus skandal Trump-Ukraina

"Kami tidak berniat melakukan intervensi di Amerika Serikat. Posisi kami tetap konsisten dan jelas tentang ini," ujar Geng tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Selain Ukraina, Trump ingin China melakukan penyelidikan terhadap Biden, merujuk pada urusan bisnis anaknya, Hunter Biden di Tiongkok.

"Dan omong-omong, China juga harus memulai penyelidikan terhadap Bidens. Karena apa yang terjadi di China sama buruknya dengan apa yang terjadi dengan Ukraina," kata Trump seperti dilansir Reuters.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×