kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Produsen daging Brasil membidik pasar China


Senin, 24 November 2014 / 10:00 WIB
ILUSTRASI. Aktor Kim Ji Hoon dan beberapa daftar aktor Korea lainnya yang masih tampan dan berkarisma walau sudah berusia kepala empat.


Sumber: Bloomberg | Editor: Hendra Gunawan

SAO PAULO. Salah satu produsen daging terbesar di dunia asal Brasil, JBS SA., menyatakan akan meningkatkan ekspor daging ke Asia. Langkah ini diambil setelah mengakuisisi Primo Group, produsen daging besar asal Australia dan Selandia Baru. Untuk membeli Primo Group, JBS harus merogoh kocek sebesar US$ 1,3 miliar.

Pembelian Primo, seperti diwartakan Bloomberg, Jumat (21/11), membuka peluang bagi JBS untuk memenuhi pertumbuhan permintaan daging, terutama daging babi dari China. Berdasarkan catatan Bloomberg, sejak 2009 hingga kini, impor daging babi China melonjak empat kali lipat.

Sebagai produsen daging, pasokan Australia tergolong minim karena masih kurangnya sertifikasi daging asal Negeri Kanguru tersebut. Selain itu, pemerintah China menetapkan pajak impor yang cukup besar, yakni 20%. Namun, seiring kesepakatan pemerintah Australia dan China, pajak impor akan mulai dihapus pada tahun 2018 mendatang.




TERBARU

[X]
×