kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Protes gagal, larangan vaping di India tetap berlaku


Sabtu, 28 September 2019 / 20:43 WIB
Protes gagal, larangan vaping di India tetap berlaku
ILUSTRASI. India melarang penjualan dan impor rokok elektrik bulan ini

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India tidak berencana menghentikan larangan rokok elektrik. Larangan ini sempat mendapat protes di enam kota.

India melarang penjualan dan impor rokok elektrik bulan ini. Otoritas memperingatkan epidemik vaping di antara generasi muda. Tindakan ini mempengaruhi pengguna secara nasional, serta rencana perusahaan-perusahaan multinasional termasuk Juul Labs Inc dan Philip Morris International, serta memicu tuntutan dari perusahaan lokal.

Para pengunjuk rasa menyerukan pengaturan perangkat vaping, bukan pelarangan. Tapi, Association of Vapers India mengatakan hanya sekitar 400 orang yang muncul dalam protes di enam kota. Asosiasi ini mengatakan bahwa sejumlah pihak takut menjadi sasaran oleh polisi.

Baca Juga: Rekomendasi Pusat Pengendalian Penyakit AS: Hentikan konsumsi vape berbahan ganja

Pemerintah India berpendapat, larangan ini penting untuk melindungi orang-orang karena vaping dapat menyebabkan kecanduan dan mendorong pengguna untuk mengonsumsi tembakau. Sementara para vapers mengatakan bahwa alat ini membantu mereka menjauhi rokok tembakau.

Menurut perkiraan pemerintah India, lebih dari 900.000 orang meninggal setiap tahun karena penyakit terkait tembakau di India. Negara ini memiliki sekitar 106 juta perokok dewasa. Ini adalah jumlah perokok terbesar kedua setelah China.

Alhasil, India menjadi pasar potensial yang menguntungkan bagi perusahaan yang menjual produk tembakau dan vaping.

Baca Juga: Rokok elektrik dilarang di AS, Philip Morris batal akuisisi pemilik Juul

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan India mengatakan, pemerintah akan tetap melanjutkan larangan meski ada protes dan tantangan di pengadilan. "Tidak ada pertanyaan tentang penarikan larangan atau sejenisnya," ungkap si pejabat kepada Reuters.

Dua tantangan yang bisa menggoyang larangan ini antara lain dilayangkan di Kolkata. Salah satu penggugatnya adalah importir rokok elektrik Plume Vapor.

Perusahaan ini, dalam gugatan, mengungkapkan bahwa larangan rokok elektrik akan memungkinkan perusahaan rokok berkembang sementara rokok elektrik gulung tikar.



TERBARU

[X]
×