kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Puluhan ribu orang hadiri pemakaman, Bangladesh lockdown tujuh desa


Senin, 20 April 2020 / 16:21 WIB
Puluhan ribu orang hadiri pemakaman, Bangladesh lockdown tujuh desa
ILUSTRASI. Para wanita duduk di tanah melakukan jarak sosial saat menunggu untuk menerima pasokan bantuan yang disediakan oleh otoritas polisi setempat di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Dhaka, Bangladesh, 2 April 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - DHAKA. Bangladesh memperketat pengawasan terhadap tujuh desa setelah puluhan ribu penduduk menghadiri pemakaman seorang ulama setempat, kendati ada penguncian secara nasional untuk mengendalikan penyebaran virus korona baru.

Pertemuan besar-besaran di Distrik Brahmanbaria, sekitar 60 km sebelah Timur Ibu Kota Dhaka, tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi lonjakan infeksi di negara berpenduduk 160 juta orang dengan infrastruktur medis yang buruk.

“Kami telah secara ketat memerintahkan semua penduduk tujuh desa untuk tinggal di rumah setiap saat, setidaknya selama 14 hari ke depan, sehingga kami bisa mengidentifikasi, apakah ada yang tertular virus setelah pertemuan Sabtu lalu,” kata seorang petugas kepolisian setempat kepada Reuters, Senin (20/4).

Baca Juga: Untuk pertama kali, Hong Kong laporkan nol kasus virus corona

Pemerintah Bangladesh telah memerintahkan dua polisi paling senior di distrik itu untuk dicopot dari jabatannya karena gagal mencegah kerumunan orang berkumpul untuk doa pemakaman Maulana Jubayer Ahmed Ansari yang meninggal karena kanker.

Bangladesh memiliki 2.456 kasus virus corona terkonfirmasi dan 91 kematian. Pemerintah menerapkan penguncian yang berlaku sampai setidaknya 25 April, tapi banyak yang mulai mengabaikan peraturan termasuk pekerja garmen yang turun ke jalan pada akhir pekan menuntut gaji.

Para pemimpin agama setempat juga terus mengizinkan jemaah untuk salat di masjid-masjid, meskipun ada risiko penularan dan peringatan dari Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.

Baca Juga: Tembus 8.000 kasus corona, Singapura yang tertinggi di Asia Tenggara

Para pejabat Bangladesh menyebutkan, banyak orang masih menghadiri salat Jumat dan awal bulan puasa pada akhir pekan ini ketika biasanya lebih banyak jemaah akan berkumpul di masjid-masjid akan memberikan tekanan tambahan pada pihak berwenang.




TERBARU

[X]
×