kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.064   64,00   0,36%
  • IDX 5.745   -196,33   -3,30%
  • KOMPAS100 759   -26,90   -3,42%
  • LQ45 573   -15,85   -2,69%
  • ISSI 199   -6,69   -3,25%
  • IDX30 325   -8,47   -2,54%
  • IDXHIDIV20 404   -8,28   -2,01%
  • IDX80 86   -2,79   -3,14%
  • IDXV30 110   -3,25   -2,86%
  • IDXQ30 105   -2,46   -2,28%

Putin: Operasi Militer AS di Afghanistan, tentu saja, tidak bisa disebut berhasil


Sabtu, 21 Agustus 2021 / 10:30 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin naik limusin saat meninggalkan Villa La Grange setelah pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden di Jenewa, Swiss, 16 Juni 2021. Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS.


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

"Pada akhirnya, sangat penting untuk memberikan hak kepada orang-orang ini untuk memilih nasib mereka sendiri, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan mereka untuk menempuh jalan demokratisasi negara mereka," sebut Putin.

Dan, "Tidak peduli apakah kita suka atau tidak suka apa yang sedang terjadi pada internal mereka. Kita harus membangun hubungan bertetangga yang baik dan menghormati kepentingan satu sama lain di arena internasional," ujar dia.

Setelah Pemerintahan Joe Biden mengumumkan akhir dari operasi militer AS di Afghanistan dan peluncuran penarikan pasukannya, Taliban memulai serangan terhadap pasukan Pemerintah Afghanistan. 

Pada 15 Agustus, pejuang Taliban menyapu Kabul tanpa menghadapi perlawanan apapun, dan memperoleh kendali penuh atas ibu kota Afghanistan dalam beberapa jam. 

Selanjutnya: Moskow: Tak ada prasyarat untuk kehadiran militer Rusia di Afghanistan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×