Qantas Airways Tambah Pesawat Kargo Airbus untuk Tingkatkan Kapasitas

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:43 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Qantas Airways Tambah Pesawat Kargo Airbus untuk Tingkatkan Kapasitas

ILUSTRASI. Belanja Online Naik, Qantas Airways Tambah Pesawat Kargo Airbus untuk Tingkatkan Kapasitas. REUTERS/David Gray/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD - SEARCH GLOBAL BUSINESS 1 MAY FOR ALL IMAGES

KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Qantas Airways akan menambah enam pesawat kargo Airbus A321 yang dikonversi ke armada domestik untuk menggantikan lima Boeing Co 737 yang sudah tua dan memperluas kapasitasnya untuk memenuhi lonjakan permintaan dari belanja online.

Kapal barang A321 akan dipasok dari pasar terbuka dan diubah dari armada pengangkut penumpang menjadi kargo namun bergantung pada negosiasi komersial. Perusahaan berharap armada tersebut bisa tiba awal 2024 dan pertengahan 2026.

Kapal barang akan bergabung dengan tiga Airbus A321 lainnya yang sudah ada pada armada kargo domestik sehingga memperluas daya dukung. Mengingat pesawat A321 dapat membawa 23 ton kargo, sembilan ton lebih banyak dari tipe 737.

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon, Qantas dan Airbus Kongsi di Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

Chief Executive Qantas Alan Joyce mengatakan divisi kargo melaporkan rekor pendapatan pada semester pertama. Peningkatan tersebut meningkat ketika orang Australia mulai beralih ke belanja online selama pandemi Covid-19. 

"Sementara beberapa perubahan itu bersifat sementara, permintaan tetap jauh di atas tingkat pra-pandemi bahkan dengan pencabutan hampir semua pembatasan terkait Covid-19," kata Joyce, dikutip dari Reuters, Senin (15/8). 

Singapore Technologies Engineering juga mengubah pesawat penumpang A321 menjadi armada barang. Perusahaan mengatakan permintaan konversi tetap kuat dan pesanan pesawat model tersebut telah dipesan hingga 2025. 

Baca Juga: Boeing Optimistis Permintaan Industri Pesawat Terbang Meningkat

Kurangnya kapasitas angkut kargo pesawat penumpang selama pandemi membuat tarif angkutan melonjak, menunda masa pensiun pesawat model lama seperti MD-11 dan membuat lessor bergegas untuk mengubah pesawat penumpang tua yang tidak diinginkan menjadi armada pengangkut barang. 

Namun, permintaan kargo yang kuat yang membantu maskapai yang kekurangan penumpang tetap bertahan selama pandemi menunjukkan tanda-tanda melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, sebagian didorong oleh inflasi yang tinggi.

Editor: Handoyo .

Terbaru