kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Raja Salman tegaskan komitmen Arab Saudi atas masalah Palestina


Rabu, 29 Januari 2020 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. Raja Arab Saudi Salman. REUTERS/Tomohiro Ohsumi


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Raja Salman dari Arab Saudi meyakinkan kembali komitmen Kerajaan untuk masalah Palestina dan hak-hak Palestina. Hal itu beritakan oleh kantor berita pemerintah Saudi pasca panggilan telepon Raja Salman dengan presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu pagi.

Pernyataan Raja Salman merupakan tanggapan atas langkah Presiden AS Donald Trump, yang mengajukan proposal pembentukan negara Palestina dengan ibukota di Yerusalem Timur.

Melansir Reuters, Trump mengumumkan proposalnya untuk perdamaian Israel-Palestina di acara Gedung Putih dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri di sisinya. Ini termasuk apa yang disebut Trump sebagai pembekuan empat tahun oleh Israel pada aktivitas pemukiman baru.

Baca Juga: Proposal perdamaian Timur Tengah Trump: Israel senang, Palestina meradang

Meskipun tujuan Trump adalah untuk mengakhiri konflik selama beberapa dekade, rencana yang diajukannya menguntungkan Israel. Patut digarisbawahi pula, tidak ada perwakilan Palestina saat Trump melakukan pengumuman.

Tampaknya tidak mungkin untuk segera memajukan pembicaraan Israel-Palestina yang gagal pada tahun 2014, tetapi rencana itu disebut "titik awal yang penting untuk kembali ke negosiasi" oleh Uni Emirat Arab. Mesir juga menawarkan pernyataan yang menggembirakan.

Baca Juga: Israel mengizinkan warganya melakukan perjalanan terbatas ke Arab Saudi

Namun, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengejek apa yang disebut Trump sebagai "kesepakatan abad ini" dan menggambarkannya sebagai "tamparan abad ini."

Palestina telah menolak untuk berurusan dengan pemerintahan Trump sebagai aksi protes terhadap kebijakan pro-Israel. Misalnya saja dengan memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Wilayah ini merupakan salah satu yang disengketakan oleh Palestina. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×