kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Rebound Terbatas Jumat (6/2), Emas dan Perak Tetap Menuju Penurunan Mingguan


Jumat, 06 Februari 2026 / 11:23 WIB
Rebound Terbatas Jumat (6/2), Emas dan Perak Tetap Menuju Penurunan Mingguan
ILUSTRASI. Emas dan Perak (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak menguat pada perdagangan Jumat (6/2/2026), meski keduanya tetap berada di jalur penurunan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut.

Tekanan datang dari aksi jual saham teknologi global serta penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang menggerus daya tarik aset logam mulia.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.822,69 per ons pada pukul 03.20 GMT. Namun secara mingguan, emas masih turun 1,2%.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April justru turun 1% ke level US$ 4.840,40 per ons.

Baca Juga: Perjanjian Nuklir AS-Rusia Tamat, Ini Skenario Terburuk yang Bisa Terjadi di Dunia

Perak spot menguat 0,4% ke US$ 71,50 per ons, setelah anjlok tajam 19,1% pada sesi sebelumnya. Meski demikian, harga perak telah terkoreksi hampir 16% sepanjang pekan ini.

Bahkan pada pekan lalu, perak mencatatkan penurunan mingguan terdalam sejak 2011 dengan pelemahan mencapai 18%.

Perdagangan Jumat berlangsung sangat volatil, khususnya untuk perak. Harga sempat melonjak hingga 3% setelah sebelumnya terperosok 10% dan menembus di bawah level US$ 65 per ons, terendah dalam lebih dari satu setengah bulan.

Head of Global Macro Tastylive Ilya Spivak menilai, pelemahan sentimen risiko menjadi faktor utama tekanan pada pasar logam mulia.

Penurunan tajam di pasar saham serta anjloknya aset kripto, termasuk Bitcoin, menunjukkan melemahnya minat investor terhadap aset berisiko.

Baca Juga: Ekspor Vietnam Januari Naik 29,7%, Produksi Industri Melonjak 21,5%

“Selera risiko terlihat menurun, pasar saham melemah, dan Bitcoin mengalami tekanan besar. Dalam kondisi risk-off seperti ini, emas relatif mampu bertahan, sementara perak justru tertekan lebih dalam,” ujar Spivak.

Tekanan di pasar global juga tercermin dari melemahnya bursa saham dunia yang mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut, seiring meningkatnya aksi jual di Wall Street. Volatilitas tajam juga melanda pasar kripto dan logam mulia.

Analis ANZ Soni Kumari mengatakan, koreksi harga logam mulia yang terjadi saat ini tergolong wajar setelah lonjakan sebelumnya.

Ia menilai momentum koreksi datang pada waktu yang tepat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, yang berpotensi mendorong kembali permintaan dari konsumen China.

Baca Juga: TEPCO Akan Mulai Ulang Reaktor Nuklir Kashiwazaki-Kariwa pada 9 Februari

“Kemarin terjadi penurunan tajam harga logam mulia dan sekarang mulai terjadi rebound. Ini bukan karena ada perubahan fundamental mendadak. Volatilitas jangka pendek masih mungkin berlanjut hingga posisi-posisi lemah benar-benar terlepas,” kata Kumari.

Di sisi lain, dolar AS bergerak stabil di dekat level tertinggi dua pekan dan bersiap mencatat kinerja mingguan terkuat sejak November.

Penguatan dolar membuat aset berdenominasi dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Adapun harga platinum spot turun 3,6% ke US$ 1.916,60 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.918,80 pada 26 Januari.

Sementara itu, palladium naik 1,4% ke US$ 1.639,18 per ons. Meski begitu, kedua logam tersebut masih mencatatkan penurunan secara mingguan.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×