kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Rekomendasi Sementara WHO: Dua Vaksin Covid-19 Berbeda Bisa Dicocokkan dan Dicampur


Jumat, 17 Desember 2021 / 05:50 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi sementara untuk mencampur dan mencocokkan vaksin Covid-19 dari produsen yang berbeda untuk dosis kedua dan suntikan booster.

Mengutip Reuters, Jumat (17/12), badan kesehatan global itu mengatakan, pencampuran itu tergantung pada ketersediaan, vaksin mRNA, seperti yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan Moderna Inc dapat digunakan sebagai dosis berikutnya setelah dosis awal vaksin vektor AstraZeneca dan sebaliknya.

AstraZeneca dan vaksin mRNA mana pun juga dapat digunakan setelah dosis awal vaksin tidak aktif Sinopharm, kata WHO.

Vaksin vektor virus berisi instruksi untuk membuat antigen virus corona, sedangkan vaksin mRNA menggunakan kode dari SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan Covid-19, untuk memicu respons imun pada penerima. Vaksin tidak aktif mengambil virus SARS-CoV-2 dan menonaktifkan atau membunuhnya menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi.

Baca Juga: Fakta Terbaru Varian Omicron Mengacu Data WHO

Panduan tersebut telah dikembangkan berdasarkan saran dari Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO tentang vaksin awal bulan ini.

Rekomendasi tersebut muncul setelah studi besar minggu lalu mengatakan dosis pertama suntikan AstraZeneca atau Pfizer/BioNTech diikuti dengan vaksin Moderna sembilan minggu kemudian menginduksi respons imun yang lebih baik.

Namun, WHO mengatakan pencampuran dan pencocokan harus mempertimbangkan proyeksi pasokan, aksesibilitas, serta manfaat dan risiko vaksin Covid-19 yang digunakan.

Rekomendasi tersebut akan ditinjau ketika lebih banyak data tersedia, kata badan kesehatan global itu.

Banyak negara telah maju dengan mencampur dan mencocokkan vaksin karena mereka menghadapi lonjakan jumlah infeksi Covid-19, persediaan yang rendah, dan imunisasi yang lambat karena beberapa masalah keamanan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×