kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Respons Kepala Pentagon soal desakan pasukan AS keluar dari Irak


Selasa, 07 Januari 2020 / 10:19 WIB
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, difoto dalam upacara bermain bunga di Pemakaman dan Peringatan Amerika Manila di Kota Taguig, Metro Manila, Filipina, 19 November 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

"Saya tidak tahu apa surat itu ... Kami berusaha mencari tahu dari mana datangnya, apa itu. Tetapi tidak ada keputusan yang dibuat untuk meninggalkan Irak. Periode, "kata Esper.

Surat itu menyebabkan kebingungan tentang masa depan pasukan AS di Irak, yang sekarang berjumlah 5.000. Invasi yang dipimpin AS pada 2003 menjatuhkan diktator Saddam Hussein.

Baca Juga: Amazon pertimbangkan buka toko ritel perdana di Jerman

Perwira tinggi militer AS mengatakan kepada wartawan bahwa surat itu adalah draft dokumen yang dimaksudkan hanya untuk menekankan peningkatan gerakan pasukan AS. “Kata-katanya buruk, menyiratkan penarikan. Bukan itu yang terjadi, "kata Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan militer.

Keaslian surat itu, yang ditujukan kepada Operasi Gabungan Gabungan Kementerian Pertahanan Irak, telah dikonfirmasi ke Reuters oleh sumber militer Irak.




TERBARU

[X]
×