kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Respons Kepala Pentagon soal desakan pasukan AS keluar dari Irak


Selasa, 07 Januari 2020 / 10:19 WIB
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, difoto dalam upacara bermain bunga di Pemakaman dan Peringatan Amerika Manila di Kota Taguig, Metro Manila, Filipina, 19 November 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

"Saya tidak tahu apa surat itu ... Kami berusaha mencari tahu dari mana datangnya, apa itu. Tetapi tidak ada keputusan yang dibuat untuk meninggalkan Irak. Periode, "kata Esper.

Surat itu menyebabkan kebingungan tentang masa depan pasukan AS di Irak, yang sekarang berjumlah 5.000. Invasi yang dipimpin AS pada 2003 menjatuhkan diktator Saddam Hussein.

Baca Juga: Amazon pertimbangkan buka toko ritel perdana di Jerman

Perwira tinggi militer AS mengatakan kepada wartawan bahwa surat itu adalah draft dokumen yang dimaksudkan hanya untuk menekankan peningkatan gerakan pasukan AS. “Kata-katanya buruk, menyiratkan penarikan. Bukan itu yang terjadi, "kata Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan militer.

Keaslian surat itu, yang ditujukan kepada Operasi Gabungan Gabungan Kementerian Pertahanan Irak, telah dikonfirmasi ke Reuters oleh sumber militer Irak.




TERBARU

[X]
×