kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.862   79,00   0,44%
  • IDX 6.249   -116,83   -1,84%
  • KOMPAS100 819   -16,04   -1,92%
  • LQ45 623   -10,78   -1,70%
  • ISSI 216   -4,73   -2,14%
  • IDX30 350   -5,70   -1,60%
  • IDXHIDIV20 427   -6,67   -1,54%
  • IDX80 94   -1,77   -1,86%
  • IDXV30 118   -1,76   -1,47%
  • IDXQ30 111   -1,61   -1,42%

Risalah The Fed Maret 2026: Dua Skenario Suku Bunga Menanti, Mana yang Dominan?


Kamis, 09 April 2026 / 03:52 WIB
Risalah The Fed Maret 2026: Dua Skenario Suku Bunga Menanti, Mana yang Dominan?
ILUSTRASI. Risalah rapat The Fed mengungkap sinyal kuat kenaikan suku bunga untuk lawan inflasi. Perang Timur Tengah memicu kekhawatiran baru. (REUTERS/Elizabeth Frantz)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Risalah rapat itu dirilis pada Rabu, sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu. Kabar tersebut menyebabkan harga minyak turun lebih dari 15% menjadi sekitar US$ 92 per barel.

Perbedaan pandangan para pembuat kebijakan dalam rapat bulan lalu menyoroti bagaimana konflik di Timur Tengah, yang mengganggu pengiriman global dan menyebabkan harga minyak melonjak lebih dari 50%, menarik The Fed ke dua arah yang saling bertentangan, sehingga mengancam target inflasi sekaligus mandat ketenagakerjaan penuh (full employment).

Dalam rapat tersebut, The Fed mengisyaratkan bahwa mereka kecil kemungkinan mengubah suku bunga kebijakan sampai lebih jelas apakah dampaknya terhadap inflasi atau pasar tenaga kerja menjadi risiko yang lebih besar.

Dalam proyeksi ekonomi baru yang dirilis bersamaan dengan pernyataan kebijakan, para pejabat memperkirakan inflasi lebih tinggi untuk tahun ini, namun hanya sedikit perubahan pada tingkat pengangguran.

Tonton: BREAKING: Mojtaba Khamenei Kritis! Israel Sebut Pemimpin Iran Tak Sadarkan Diri

Dalam paparan pada rapat itu, staf The Fed melihat adanya risiko bahwa pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja akan lebih lemah, sementara inflasi lebih tinggi dibanding perkiraan dalam proyeksi Januari, mengingat “potensi dampak ekonomi dari perkembangan di Timur Tengah, perubahan kebijakan pemerintah, serta adopsi AI.”

Dengan inflasi berada di atas target sejak 2021, “risiko yang menonjol adalah inflasi bisa terbukti lebih persisten daripada yang diperkirakan staf.”


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×