kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Roubini: AS butuh stimulus fiskal tambahan untuk jangka pendek


Selasa, 05 Juli 2011 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah BNI hari ini Kamis 24 September, periksa sebelum tukar valas. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

ISTANBUL. Profesor Universitas New York Nouriel Roubini berpendapat bahwa perekonomian AS butuh tambahan stimulus fiskal dalam jangka pendek, karena perekonomian AS masih lemah.

Ia bilang, solusi yang tepat adalah dengan berkomitmen terhadap program mengontrol pengeluaran dan meningkatkan pajak secara bertahap dalam lima tahun ke depan.

"Masalahnya adalah pemerintah fokus pada rencana jangka pendek ketimbang stimulus. AS tidak membuat rencana jangka menengah, sehingga kebijakan AS menjadi tidak optimal," ujarnya.

Perekonomian melemah dan masalah fiskal akan terus menyeret ekonomi AS untuk terus melemah. "Artinya, suku bunga The Fed akan tetap nol sejauh mata anda memandang," ujar Roubini yang juga menjadi pendiri Roubini Global Economics ini.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×