Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Platform streaming musik asal Swedia Spotify mengumumkan telah menyalurkan lebih dari US$11 miliar kepada industri musik sepanjang 2025.
Nilai tersebut diklaim sebagai pembayaran tahunan terbesar dalam sejarah yang pernah dilakukan oleh sebuah peritel musik.
Dalam unggahan blog resminya pada Rabu (28/1/2026), Spotify menyebut total pembayaran royalti tahun lalu meningkat lebih dari 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menariknya, artis dan label independen menyumbang sekitar separuh dari total royalti yang dibayarkan.
Baca Juga: FIFA Catat Transfer Pemain Sepakbola Rekor, Nilai Belanja US$ 13 Miliar di 2025
Spotify saat ini memprioritaskan strategi mempertahankan serta menarik artis baru ke platformnya, di tengah persaingan ketat dengan pemain besar lain seperti YouTube dan Apple di pasar streaming musik global.
Sebagai perbandingan, YouTube pada Oktober lalu mengungkapkan telah membayarkan lebih dari US$8 miliar kepada industri musik dalam periode 12 bulan antara Juli 2024 hingga Juni 2025.
“Spotify menyalurkan sekitar dua pertiga dari seluruh pendapatan musik kepada industri — hampir 70% dari pendapatan yang kami peroleh. Seiring pertumbuhan pendapatan Spotify, pembayaran kepada industri musik juga ikut meningkat,” tulis perusahaan dalam blog tersebut.
Spotify menambahkan, dana yang tidak dibayarkan sebagai royalti diinvestasikan kembali untuk pengembangan platform, termasuk memperluas berbagai format konten seperti podcast, video, dan audiobook.
Baca Juga: Harga Tembaga Meroket! Pelemahan Dolar Bawa Logam ke Puncak Harga Baru
Untuk mendongkrak profitabilitas, Spotify juga telah menaikkan harga paket langganan premium di sejumlah pasar, sekaligus memanfaatkan basis pengguna yang besar sebagai motor pertumbuhan.
Per akhir kuartal III, Spotify tercatat memiliki 713 juta pengguna aktif bulanan secara global.













