Sumber: Mirror.co.uk | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manchester United saat ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan salah satu pemain muda berbakat mereka, Kobbie Mainoo.
Gelandang berusia 19 tahun ini menjadi perhatian setelah spekulasi transfer yang menghubungkannya dengan rival Liga Premier, Chelsea, semakin mengemuka.
Kobbie Mainoo dan Ketertarikan Chelsea
Kobbie Mainoo, yang merupakan produk akademi Manchester United, tengah menjadi sorotan di bursa transfer. Chelsea dilaporkan tertarik memanfaatkan situasi kontrak Mainoo di Old Trafford.
Baca Juga: Mengungkap Hadiah Piala FA 2025, Berapa Uang yang Diperoleh Klub dari Setiap Babak?
Saat ini, Mainoo menerima gaji sebesar £20.000 per minggu, namun perwakilannya menuntut kenaikan hingga £180.000 per minggu, mengingat potensi besar yang dimiliki pemain muda ini.
Chelsea diyakini sedang memantau situasi ini dengan cermat, dan kabar beredar bahwa tawaran sebesar £70 juta dapat membuat Manchester United sulit menolak transfer tersebut.
Dengan aturan Profit and Sustainability Rules (PSR), menjual pemain akademi seperti Mainoo akan memberikan keuntungan penuh dalam laporan keuangan klub, sehingga membuat keputusan transfer ini menjadi lebih menggoda secara finansial.
Sikap Ruben Amorim Terhadap Masa Depan Mainoo
Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, menegaskan keinginannya untuk mempertahankan Kobbie Mainoo meskipun mengakui bahwa situasi klub saat ini membuatnya menjadi tantangan besar. Dalam sebuah wawancara, Amorim menyatakan kecintaannya terhadap para pemain, khususnya mereka yang berasal dari akademi.
"Para pemain saya selalu menjadi favorit saya. Saya sangat mencintai pemain-pemain saya, terutama mereka yang berbakat. Ide kami selalu untuk mempertahankan pemain terbaik dan membangun mereka untuk klub ini," ujar Amorim.
Baca Juga: Graham Potter Resmi Jadi Pelatih Baru West Ham United Gantikan Julen Lopetegui
Namun, Amorim juga mengakui bahwa aturan PSR dan kebutuhan untuk meningkatkan investasi tim dapat memaksa klub untuk membuat keputusan sulit, termasuk menjual pemain akademi demi stabilitas finansial.
Tantangan Finansial dan Strategi Akademi United
Manchester United berada dalam tekanan untuk memenuhi tuntutan finansial yang ketat, termasuk meningkatkan kualitas rekrutmen pemain dan mengoptimalkan akademi. Ruben Amorim menekankan pentingnya merekrut pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktik klub serta membangun fondasi kuat melalui akademi.
Amorim menambahkan, "Kami harus meningkatkan akademi kami dengan anak-anak muda yang memahami klub dengan cara yang benar. Dengan aturan yang ada, kami harus melakukan beberapa bisnis untuk mendapatkan dana yang dapat diinvestasikan ke tim utama."
Baca Juga: Gelandang Muda MU Ini Tuntut Peningkatan Gaji 10x Lipat Jadi Rp 4 Miliar per Minggu
Dampak pada Marcus Rashford dan Pemain Akademi Lainnya
Situasi Kobbie Mainoo ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi Manchester United dalam mempertahankan pemain-pemain akademi lainnya, termasuk Marcus Rashford.
Meskipun Rashford saat ini berada di luar skuad dalam lima pertandingan terakhir, Amorim tetap membuka kemungkinan untuk melibatkan striker tersebut di masa depan.
Ketika ditanya mengenai keterlibatan Rashford dalam pertandingan Piala FA melawan Arsenal, Amorim hanya menjawab singkat, "Kita lihat nanti. Dia tersedia dan sudah berlatih. Fokus kami saat ini adalah pertandingan."