kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rumah Sakit Shanghai Memperingatkan Pertempuran Tragis Melawan COVID-19


Sabtu, 24 Desember 2022 / 07:01 WIB
Rumah Sakit Shanghai Memperingatkan Pertempuran Tragis Melawan COVID-19


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI/BEIJING. Sebuah rumah sakit di Shanghai telah menginformasikan kepada stafnya untuk mempersiapkan "pertempuran tragis" terhadap COVID-19. Pasalnya diperkirakan, setengah dari 25 juta orang kota itu akan terinfeksi pada akhir minggu depan. Pada saat yang bersamaan, virus menyapu daratan China dan sebagian besar tidak terkendali.

Mengutip Reuters, setelah aksi protes meluas terhadap langkah-langkah mitigasi yang ketat, China bulan ini mulai melonggarkan kebijakan "nol-COVID", yang telah memakan banyak korban finansial dan psikologis pada 1,4 miliar penduduknya.

Jumlah kematian resmi China sejak pandemi yang dimulai tiga tahun lalu mencapai 5.241. Angka ini tampak lebih rendah jika dibandingkan dengan sebagian besar negara lain. Tetapi sekarang tampaknya angka tersebut akan meningkat tajam.

China melaporkan tidak ada kematian baru akibat COVID untuk hari kedua berturut-turut pada hari Rabu, bahkan ketika pekerja rumah duka mengatakan permintaan untuk layanan mereka meningkat tajam selama seminggu terakhir.

Pihak berwenang mengonfirmasi 389.306 kasus dengan gejala.

Beberapa ahli mengatakan angka kasus resmi telah menjadi panduan yang tidak dapat diandalkan karena lebih sedikit pengujian yang dilakukan setelah pelonggaran pembatasan.

Baca Juga: Kematian Akibat COVID di China Diproyeksi Lebih Tinggi dari Laporan Resmi Pemerintah

"Infeksi di China kemungkinan lebih dari satu juta per hari dengan kematian lebih dari 5.000 per hari, sangat kontras dari data resmi," kata perusahaan data kesehatan Airfinity yang berbasis di Inggris minggu ini.

Airfinity mengatakan pihaknya memeriksa data dari provinsi regional China, mencatat bahwa kasus meningkat lebih cepat di ibu kota Beijing dan provinsi selatan Guangdong.

Rumah Sakit Shanghai Deji, memposting di akun WeChat pada Rabu malam, memperkirakan ada sekitar 5,43 juta orang positif di kota itu dan 12,5 juta orang di pusat komersial utama China akan terinfeksi pada akhir tahun.

"Malam Natal, Tahun Baru, dan Tahun Baru Imlek tahun ini ditakdirkan tidak aman," kata rumah sakit swasta yang mempekerjakan sekitar 400 staf itu.

"Dalam pertempuran tragis ini, seluruh Shanghai Raya akan jatuh, dan kita akan menginfeksi semua staf rumah sakit! Kita akan menginfeksi seluruh keluarga! Semua pasien kami akan terinfeksi! Kami tidak punya pilihan, dan kami tidak dapat melarikan diri."

Baca Juga: Pelonggaran Kebijakan Covid-19 Mengangkat Prospek Saham Perusahaan Teknologi China

Postingan itu tidak lagi tersedia di WeChat pada Kamis sore. Seseorang yang menjawab saluran telepon utama rumah sakit mengatakan mereka tidak dapat segera mengomentari artikel tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×