kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.693   107,00   0,61%
  • IDX 6.430   -293,27   -4,36%
  • KOMPAS100 853   -40,07   -4,49%
  • LQ45 635   -23,14   -3,52%
  • ISSI 232   -10,62   -4,37%
  • IDX30 360   -11,70   -3,15%
  • IDXHIDIV20 444   -11,01   -2,42%
  • IDX80 98   -4,21   -4,13%
  • IDXV30 126   -3,33   -2,57%
  • IDXQ30 116   -3,25   -2,72%

Rupanya Bukan Dollar AS, Ini Mata Uang Terkuat Dunia Mei 2026


Senin, 18 Mei 2026 / 08:02 WIB
Rupanya Bukan Dollar AS, Ini Mata Uang Terkuat Dunia Mei 2026
ILUSTRASI. Dalam daftar mata uang terkuat dunia versi Forbes Advisor 2026 yang dirilis pada awal Mei 2026, posisi teratas justru ditempati dinar Kuwait atau Kuwaiti dinar (KWD). (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dikutip dari Investopedia, kekuatan mata uang tidak hanya dipengaruhi besar kecilnya nilai tukar terhadap dollar AS. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan kurs suatu negara.

1. Inflasi
Negara dengan inflasi rendah cenderung memiliki mata uang lebih kuat karena daya beli masyarakat tetap terjaga. Sebaliknya, inflasi tinggi dapat mengurangi nilai mata uang karena harga barang dan jasa meningkat lebih cepat dibandingkan negara lain.

2. Suku bunga
Kenaikan suku bunga biasanya menarik arus modal asing karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara terkait sehingga nilainya menguat.

Namun, dampak positif suku bunga bisa berkurang apabila inflasi ikut meningkat.

3. Neraca transaksi berjalan
Defisit transaksi berjalan terjadi ketika impor suatu negara lebih besar dibandingkan ekspornya. Dalam kondisi tersebut, permintaan terhadap mata uang asing meningkat sehingga dapat menekan nilai mata uang domestik.

4. Utang pemerintah
Negara dengan utang pemerintah tinggi dinilai memiliki risiko inflasi atau gagal bayar lebih besar. Risiko tersebut dapat mengurangi minat investor terhadap aset negara terkait dan menekan nilai tukar mata uangnya.

5. Stabilitas politik dan ekonomi
Stabilitas politik dan kondisi ekonomi juga menjadi faktor penting dalam menentukan daya tarik suatu mata uang.

Negara dengan pemerintahan stabil dan pertumbuhan ekonomi kuat umumnya lebih dipercaya investor global.

Kenapa dollar AS tetap dominan?

Meski bukan mata uang paling kuat secara nominal, dollar AS tetap mendominasi sistem keuangan global. Forbes Advisor menyebut dollar AS merupakan mata uang cadangan devisa utama dunia dan menjadi acuan perdagangan internasional.

Selain itu, sebagian besar perdagangan minyak dunia juga menggunakan dollar AS. Hal tersebut membuat permintaan terhadap greenback tetap tinggi.

Baca Juga: Cegah Perang, Kim Jong Un Serukan Penguatan Unit-Unit Garis Depan

Di sisi lain, bank sentral berbagai negara masih menyimpan cadangan devisa dalam bentuk dollar AS karena dianggap stabil dan likuid.

Dalam beberapa tahun terakhir, faktor geopolitik dan ketidakpastian global juga makin memengaruhi pasar valuta asing. Ketegangan perdagangan internasional, perang, hingga perubahan arus investasi global dapat memicu volatilitas nilai tukar di berbagai negara.

Kondisi tersebut membuat mata uang negara dengan fundamental ekonomi kuat cenderung lebih diminati investor global.

(Sakina Rakhma Diah Setiawan)
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/05/17/080000226/bukan-dollar-as-ini-mata-uang-terkuat-di-dunia-mei-2026?page=all#page1




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×