kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Rupee Tertekan Konflik Timur Tengah, RBI Gelontorkan US$ 12 Miliar


Jumat, 06 Maret 2026 / 16:24 WIB
Rupee Tertekan Konflik Timur Tengah, RBI Gelontorkan US$ 12 Miliar


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Reserve Bank of India (RBI) melakukan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing pekan ini dengan menggelontorkan sekitar US$ 12 miliar untuk menahan pelemahan tajam rupee akibat gejolak pasar yang dipicu konflik Timur Tengah.

Angka tersebut merupakan estimasi median dari tujuh bankir yang diwawancarai Reuters, dengan perkiraan intervensi berkisar antara US$ 9 miliar hingga lebih dari US$ 15 miliar.

Langkah agresif ini menegaskan tantangan besar yang dihadapi bank sentral India dalam meredam volatilitas pasar setelah konflik di Timur Tengah memasuki hari ketujuh dan memicu guncangan di berbagai pasar keuangan global.

Baca Juga: Bank of Japan Bakal Tunda Kenaikan Suku Bunga Hingga Juli Efek Konflik Timur Tengah

Konflik yang meluas di kawasan Teluk telah mendorong harga minyak naik sekitar 16% sepanjang pekan ini, memicu arus keluar dana asing sekitar US$ 2 miliar dari pasar saham India, serta mendorong importir meningkatkan lindung nilai (hedging) terhadap kewajiban pembayaran jangka pendek.

Intervensi besar tersebut juga didukung oleh cadangan devisa India yang sangat kuat. Hingga saat ini, cadangan devisa negara itu mencapai lebih dari US$ 723 miliar, salah satu yang terbesar di dunia.

RBI sendiri belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut. Bank sentral India selama ini menegaskan bahwa intervensi dilakukan untuk mengurangi volatilitas nilai tukar, bukan untuk menargetkan level kurs tertentu.

Menurut para pelaku pasar, jejak intervensi RBI terlihat di berbagai instrumen, termasuk pasar spot, forward, futures, serta non-deliverable forward (NDF).

“Pekan ini kami melihat aktivitas RBI di hampir semua segmen pasar valas. Namun sebagian besar tampaknya terjadi di pasar NDF,” ujar salah satu bankir dari bank milik negara yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Harga Emas Naik Lagi di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Investor Berburu Aset Aman

Para bankir juga menyebut intervensi paling besar terjadi pada Kamis, ketika RBI menjual dolar bahkan sebelum pasar domestik resmi dibuka sebuah taktik yang pernah digunakan sebelumnya saat tekanan pelemahan mata uang meningkat.

Intervensi sebelum pembukaan pasar biasanya berdampak besar karena likuiditas masih rendah, sehingga penjualan dolar dalam jumlah relatif kecil dapat langsung memengaruhi nilai tukar dan mengubah sentimen pasar.

Setelah dorongan awal tersebut, bank sentral biasanya tetap menjual dolar sepanjang hari untuk memperkuat sinyal harga dan mencegah mata uang kembali melemah.

Pada Kamis, rupee sempat menguat hampir satu rupee dalam hitungan menit di sistem perdagangan antarbank setelah intervensi pra-pembukaan pasar, bergerak dari sekitar 92,10 menjadi 91,10 per dolar AS.

Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Pada pukul 15.30 WIB Jumat, rupee kembali melemah sebagian dan diperdagangkan di kisaran 91,68 per dolar AS.

Gejolak di pasar mata uang Asia diperkirakan masih berlanjut selama konflik Timur Tengah terus berlangsung dan harga energi global tetap tinggi.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×