kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45759,60   -5,01   -0.66%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Rusia dan Turki saling mengancam dengan pengerahan kekuatan militer di Suriah


Sabtu, 29 Februari 2020 / 07:10 WIB
Rusia dan Turki saling mengancam dengan pengerahan kekuatan militer di Suriah

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  MOSCOW . Rusia pada hari Jumat mengatakan akan mengirim dua kapal perang yang dipersenjatai dengan rudal jelajah ke perairan lepas pantai Suriah dan menyalahkan Ankara atas pembunuhan 33 tentara Turki di wilayah Idlib Suriah hari sebelumnya.

Pembunuhan tentara Turki pada hari Kamis dan melukai 32 lainnya, yang diumumkan gubernur di provinsi Hatay Turki yang berbatasan dengan Suriah, meningkatkan jumlah kematian militer Turki di wilayah itu menjadi 54 bulan ini.

Baca Juga: Rusia kirim dua kapal perang ke Suriah untuk merespons Turki

Turki telah mengirim ribuan tentara dan perangkat berat militer ke Suriah dan Erdogan telah memperingatkan bahwa Turki akan melancarkan serangan skala penuh untuk mengusir pasukan Suriah kecuali mereka mundur dari pos pengamatan Turki di wilayah tersebut.

Meskipun berusaha mengoordinasikan keberadaan pasukan  mereka di Suriah, Rusia menyatakan tetap mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, sementara Turki mendukung pasukan pemberontak yang menentang Assad.

Menanggapi pembunuhan hari Kamis, seorang pejabat senior Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa Ankara tidak akan lagi menghentikan pengungsi Suriah yang menuju Eropa. Turki menyalahkan Eropa atas serangan udara pasukan pemerintah Suriah atas kematian tentaranya.

Baca Juga: Hubungan Turki dan Rusia memanas setelah 33 tentara Turki tewas dalam sehari

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Jumat mengatakan bahwa pasukan Turki telah terkena tembakan artileri dari pasukan pemerintah Suriah yang berusaha untuk mengusir  pasukan pemberontak di wilayah tersebut.



TERBARU

[X]
×