kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Rusia deteksi lebih dari 80 mutasi virus corona


Rabu, 21 Oktober 2020 / 23:40 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pada 24 Juli, Pusat Penelitian Vektor memperoleh izin dari Kementerian Kesehatan Rusia untuk melakukan uji klinis vaksinnya yang bernama EpiVacCorona pada sukarelawan. Fase uji coba ini selesai pada 30 September.

Dan, pada pertengahan Oktober lalu, EpiVacCorona mengantongi persetujuan regulasi dari Pemerintah Rusia. Ini adalah vaksin kedua di dunia yang mendapat persetujuan, setelah Sputnik V yang juga dari Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengumumkan langsung pemberian persetujuan regulasi kepada EpiVacCorona. "Kami perlu meningkatkan produksi vaksin pertama dan kedua," katanya pada 14 Oktober lalu.  

EpiVacCorona adalah vaksin peptida, yang terdiri dari fragmen pendek protein virus (peptida) yang disintesis secara artifisial, yang memungkinkan sistem kekebalan untuk belajar mengenali dan menetralkan virus.

Selanjutnya: Putin menyatakan niatnya untuk mendapat vaksinasi virus corona, kapan?




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×