kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Rusia Kecam Langkah Eropa untuk Aktifkan Kembali Sanksi PBB terhadap Iran


Jumat, 29 Agustus 2025 / 16:41 WIB
Rusia Kecam Langkah Eropa untuk Aktifkan Kembali Sanksi PBB terhadap Iran
ILUSTRASI. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Teheran, Iran 19 Juli 2022. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA Tiga negara Eropa meluncurkan mekanisme 'snapback' terhadap Iran. Rusia menyerukan komunitas internasional untuk menolaknya.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia mengecam keputusan Inggris, Jerman, dan Prancis untuk memulai proses pengaktifan kembali sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Iran terkait program nuklir negara tersebut.

Tiga negara Eropa yang dikenal sebagai E3 itu pada Kamis (28/8) meluncurkan mekanisme “snapback”, dengan tuduhan bahwa Iran melanggar kesepakatan nuklir 2015. 

Kesepakatan tersebut bertujuan mencegah Iran mengembangkan kemampuan senjata nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Baca Juga: Eropa Aktifkan Proses Pemulihan Sanksi PBB terhadap Iran

“Kami dengan tegas mengecam tindakan negara-negara Eropa ini dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk menolaknya,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resmi. 

Rusia menuding Amerika Serikat dan Eropa sebagai pihak yang bertanggung jawab atas runtuhnya perjanjian 2015 itu.

Tahun ini, Rusia menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Iran. Moskow juga mengutuk serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada Juni lalu.

Iran sendiri menolak tuduhan Barat bahwa negara itu berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Baca Juga: AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran di Tengah Upaya Perundingan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut upaya mengembalikan sanksi terhadap Teheran sebagai “faktor destabilisasi serius” yang justru merusak peluang tercapainya solusi melalui jalur diplomasi.

Ia menekankan pentingnya mencegah eskalasi baru terkait program nuklir Iran yang berpotensi menimbulkan “konsekuensi serius”.

Selanjutnya: Resmi! TKI Bisa Dapat KUR Rp 100 Juta Tanpa Agunan, Simak Cara Pengajuan KUR di BRI

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat sampai 4 September 2025, Ada Beli 1 Gratis 1




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×