Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 148 drone Ukraina dalam kurun waktu tiga jam, dalam salah satu gelombang serangan udara terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Melansir Reuters Senin (6/4/2026), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udara mereka mencegat ratusan drone tersebut pada Minggu malam, antara pukul 20.00 hingga 23.00 waktu setempat. Sebagian besar drone disebut beroperasi di wilayah tengah dan selatan Rusia.
Baca Juga: Trump Usul Anggaran Militer Jumbo, Belanja Sipil Dipangkas 10%
Serangan ini turut berdampak pada infrastruktur energi. Otoritas setempat melaporkan hampir setengah juta rumah tangga mengalami pemadaman listrik akibat serangan udara tersebut.
Hingga kini, tim darurat masih berupaya memulihkan pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak.
Di wilayah perbatasan Belgorod, satu relawan pertahanan sipil dilaporkan tewas akibat serangan drone.
Sementara itu, di kota pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam, puing drone menghantam sebuah gedung apartemen bertingkat tinggi. Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Di wilayah Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014, Gubernur Sevastopol menyebut kotanya menjadi sasaran empat serangan drone sepanjang hari. Dalam gelombang terbaru, tujuh drone berhasil ditembak jatuh.
Baca Juga: Yield Obligasi Jepang Sentuh Level Tertinggi 27 Tahun, Dipicu Kekhawatiran Inflasi
Serangan juga berdampak pada wilayah Ukraina timur yang dikuasai Rusia. Di wilayah Donetsk, otoritas setempat menyatakan pasokan listrik di dua kota besar, yakni Donetsk dan Makiivka, sempat terputus akibat serangan terhadap infrastruktur energi, sebelum akhirnya berhasil dipulihkan sebagian.
Selain itu, upaya pemulihan listrik juga masih berlangsung di wilayah Zaporizhzhia yang berada di bawah kendali Rusia, setelah terjadi pemadaman massal akibat serangan serupa.
Serangan drone lintas wilayah ini mencerminkan eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina yang masih terus berlanjut, dengan kedua pihak saling menargetkan infrastruktur strategis.












