CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.971   26,00   0,14%
  • IDX 6.223   47,48   0,77%
  • KOMPAS100 822   7,96   0,98%
  • LQ45 628   6,19   1,00%
  • ISSI 214   2,02   0,95%
  • IDX30 355   3,43   0,97%
  • IDXHIDIV20 441   2,96   0,68%
  • IDX80 94   1,00   1,08%
  • IDXV30 118   0,62   0,53%
  • IDXQ30 114   0,78   0,69%

Rusia Minta AS Batalkan Rencana Pengiriman Senjata ke Ukraina


Rabu, 19 Januari 2022 / 13:35 WIB
ILUSTRASI. Bendera Rusia dan Amerika Serikat berkibar di Vnukovo International Airport, Moskow.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pesan terbuka ini dirilis satu hari setelah Departemen Luar Negeri AS dan pejabat tinggi Pentagon mengeluarkan pernyataan mengenai kemungkinan  serangan Rusia ke Ukraina dari wilayah Belarusia.

Pandangan AS tersebut semakin kuat setelah Rusia dan Belarusia melaksanakan latihan militer gabungan di sekitar perbatasan Ukraina.

Rusia tentunya menyangkal tuduhan tersebut dan kembali menegaskan bahwa pengerahan pasukannya adalah hak yang berdaulat.

"Kami tekankan sekali lagi: Rusia tidak akan menyerang siapa pun. Praktik memindahkan pasukan di tanah kita sendiri adalah hak berdaulat," tulis pernyataan Kedutaan Besar Rusia.

"Kami menyerukan untuk mengakhiri histeria dan tidak menumpuk ketegangan di sekitar masalah Donbass. Dan yang terpenting, tidak mendorong kebencian ke arah baru," imbuh Kedutaan Besar Rusia.

Selain AS, Inggris dan Kanada juga telah mengirimkan bantuan pertahanan ke Ukraina. Pada Senin (17/1), Inggris telah mengambil keputusan untuk memasok Ukraina dengan sistem senjata pertahanan anti-tank ringan.

Sementara Kanada dilaporkan telah mengirimkan pasukan khusus untuk mengembangkan rencana evakuasi bagi staf diplomatik Kanada jika terjadi invasi skala penuh.




TERBARU

[X]
×