Rusia Menuduh Ukraina Telah Memblokir Jalur Evakuasi Warga Sipil di Sievierodonetsk

Kamis, 16 Juni 2022 | 09:02 WIB Sumber: The Straits Times
Rusia Menuduh Ukraina Telah Memblokir Jalur Evakuasi Warga Sipil di Sievierodonetsk

ILUSTRASI. Pabrik kimia Azot di kota Sievierodonetsk, Luhansk, Ukraina, pada 9 Juni 2022. Polisi Wilayah Luhansk/Handout via REUTERS


KONTAN.CO.ID - KIEV. Rusia pada hari Rabu (15/6) mengecam pasukan Ukraina yang dianggap telah memblokir jalur evakuasi warga sipil di kota Sievierodonetsk. Saat ini Rusia telah membuka koridor kemanusiaan untuk membantu warga sipil di kota tersebut.

Dilansir dari The Straits Times, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa Ukraina telah secara sinis menggagalkan operasi kemanusiaan di pabrik kimia Azot.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan ratusan warga sipil mengungsi di pabrik Azot. Pabrik itu juga diklaim masih terus menjadi sasaran bombardir pasukan Rusia.

Baca Juga: Presiden Ukraina Kembali Meminta Bantuan Senjata, Kini Akui Butuh Senjata Anti-Rudal

Sebelumnya, pada hari Selasa (14/6), Rusia mengumumkan akan membuka koridor kemanusiaan antara jam 5 pagi dan 5 sore waktu setempat untuk memungkinkan warga sipil di pabrik Azot meninggalkan Sievierodonetsk ke wilayah Luhansk yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia.

Kini Kementerian Pertahanan Rusia menuduh pasukan Ukraina melanggar gencatan senjata pada beberapa kesempatan. Pasukan Ukraina justru disebut memanfaatkan operasi kemanusiaan ini untuk memindahkan pasukannya ke posisi pertempuran yang lebih menguntungkan.

Kondisi di pabrik Azot serupa dengan kondisi pada pabrik baja Azovstal di kota Mariupol beberapa bulan lalu. Di pabrik tersebut, warga sipil dan tentara sama-sama bertahan dari pengepungan Rusia selama berminggu-minggu sebelum akhirnya dikalahkan.

Baca Juga: Penembakan Rusia Picu Kebakaran Pabrik Kimia di Kota Ukraina Timur

Selama pengepungan berlangsung, Rusia telah mengumumkan beberapa gencatan senjata untuk mengevakuasi warga sipil melalui koridor kemanusiaan. Sayangnya, evakuasi tidak berjalan maksimal karena kedua pihak saling menuduh telah melanggar perjanjian.

Beberapa minggu terakhir pertempuran sengit berfokus di kota strategis Sievierodonetsk di Ukraina timur. Kota ini terus ditekan Rusia karena berada di wilayah Luhansk yang mendapat pengakuan kedaulatan dari Rusia sebelum invasi dimulai.

Sievierodonetsk yang juga merupakan kota terbesar di Luhansk ini sekarang masih ada di bawah kendali Ukraina. Menguasai kota ini akan membuat pasukan Rusia akan lebih mudah masuk ke Sloviansk dan Kramatorsk untuk kemudian terus maju ke wilayah barat.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru