Rusia: Serangan Tahap Berikutnya ke Ukraina Sedang dalam Persiapan

Senin, 18 Juli 2022 | 13:18 WIB Sumber: NHK,Reuters
Rusia: Serangan Tahap Berikutnya ke Ukraina Sedang dalam Persiapan

ILUSTRASI. Tank militer Rusia selama pertempuran di dekat pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, 5 Mei 2022.


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Militer Rusia menegaskan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan serangan tahap berikutnya ke Ukraina. Kali ini, Rusia berjanji meningkatkan operasi militernya di semua wilayah operasional.

"Bukan hanya serangan rudal dari udara dan laut. Sangat jelas, persiapan sekarang sedang berlangsung untuk tahap serangan berikutnya," kata Vadym Skibitskyi, juru bicara intelijen militer Ukraina, Sabtu (16/7), seperti dikutip Reuters.

Peningkatan intensitas serangan ini merupakan arahan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Saat ini, Rusia diyakini telah mengatur ulang kekuatan militernya dalam persiapan untuk serangan darat skala penuh berikutnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Temukan Bukti Baru Terkait Kejahatan Perang Rusia di Ukraina

Sementara itu, pada Minggu (17/7), militer Rusia mengklaim telah menghancurkan fasilitas militer Ukraina, termasuk di dalamnya adalah peluncur roket yang disediakan oleh AS.

Dilansir dari NHK, serangan hari Minggu tersebut menargetkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) di wilayah timur Donetsk.

Tidak hanya itu, Rusia juga mengklaim, rudalnya telah menghancurkan sebuah depot di kota Odesa, Ukraina selatan, yang menjadi lokasi penyimpanan rudal anti-kapal Harpoon yang dipasok oleh negara-negara NATO.

Kementerian Pertahanan Inggris pada Minggu juga mengatakan, Rusia mulai memperkuat pertahanan di seluruh wilayah yang didudukinya di Ukraina selatan. Penguatan ini terjadi setelah pasukan Ukraina mulai memberikan tekanan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Pasukan Rusia Mulai Gempur Donetsk, Fokus di Kota Sloviansk dan Kramatorsk

Gubernur Nikopol Valentyn Reznichenko mengonfirmasi peningkatan kekuatan militer Rusia dengan mengatakan, ada lebih dari 50 roket Grad Rusia yang telah menghantam kota di selatan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan, Rusia telah menggunakan lebih dari 3.000 rudal jelajah hingga saat ini. Zelensky menyadari, mustahil untuk menghitung secara pasti banyaknya serangan dan jumlah artileri yang telah dikerahkan Rusia hingga saat ini.

Namun, pekan lalu Ukraina mengklaim, telah berhasil menyerang 30 pusat logistik dan amunisi Rusia dengan beberapa sistem peluncuran roket yang baru diterima dari Barat.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan, serangan itu menyebabkan kekacauan dengan jalur pasokan Rusia dan secara signifikan mengurangi kemampuan ofensif Rusia.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru