kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45756,63   -3,70   -0.49%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Rusia umumkan vaksin corona pertama di dunia, ini tanggapan WHO


Rabu, 12 Agustus 2020 / 06:58 WIB
Rusia umumkan vaksin corona pertama di dunia, ini tanggapan WHO
ILUSTRASI. Rusia umumkan vaksin corona pertama di dunia, ini tanggapan WHO. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jenewa. Rusia mengumumkan menjadi negara pertama yang berhasil menciptakan vaksin virus corona. Namun Badan Kesehatan Dunia ( WHO) belum memastikan keamanan dan efektivitas vaksin corona tersebut.

Keberhasilan Rusia menciptakan virus corona diumumkan Presiden Vladimir Putin. Vladimir Putin juga menyatakan negaranya sudah menyetujui produksi massal vaksin virus corona.

Baca juga: Tupperware promo Agustus 2020 khusus alat masak dan bikin kue, ada empat macam

Vaksin corona buatan Rusia bernama Sputnik V. Vaksin virus corona itu dibuat oleh Institut Gamaleya berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic kepada awak media di Jenewa menerangkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Rusia.  "Diskusi tengah terjadi berkaitan dengan kemungkinan prakualifikasi vaksin dari WHO," jelas Jasarevic seperti diberitakan AFP Selasa (11/8/2020).

"Prakualifikasi vaksin mencakup tinjauan dan penilaian yang cermat atas semua data terkait keamanan dan kemanjuran," lanjut dia.

Berdasarkan catatan yang dikumpulkan WHO per 31 Juli, saat ini terdapat 165 kandidat vaksin virus corona yang dikembangkan di seluruh dunia. Sebanyak 139 calon vaksin corona di antaranya masih dalam evaluasi pra-klinis, sementara 26 calon vaksin virus corona lainnya berada di fase penyuntikkan ke relawan manusia.

Ada juga enam kandidat vaksin corona yang bahkan telah mencapai Fase 3, di mana saat ini tahapnya merupakan evaluasi klinis atas keampuhannya. Kanddiat vaksin corona dari Gamaleya, yang berada dalam 26 daftar disuntikkan ke manusia, dilaporkan masih dikategorikan ke fase pertama.



TERBARU

[X]
×