kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Saat Hari Raya Idul Fitri, Iran buka kembali situs-situs suci


Sabtu, 23 Mei 2020 / 15:19 WIB
Saat Hari Raya Idul Fitri, Iran buka kembali situs-situs suci
ILUSTRASI. Petugas menyemprotkan disinfektan untuk membersihkan area terbuka di situs suci Imam Reza, setelah wabah virus corona, di Mashhad, Iran, 27 Februari 2020.

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Presiden Hassan Rouhani mengatakan, Iran akan membuka bisnis serta situs keagamaan dan budaya dengan melonggarkan pembatasan untuk menahan pandemi virus corona baru.

Menurut Rouhani dalam pengumuman yang di stasiun televisi pemerintah, museum dan situs bersejarah di Iran akan buka kembali pada Minggu (24/5) besok, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri yang mengakhiri bulan suci Ramadan.

Situs-situs suci, beberapa di antaranya menjadi titik epidemi virus corona di Iran, akan buka kembali mulai Senin (25/5) depan.

Baca Juga: Iran masuki fase baru dalam upaya mengekang virus corona

Tapi, Rouhani menyebutkan, situs-situs suci hanya akan buka selama tiga jam di pagi hari dan tiga jam di sore hari. Beberapa area seperti koridor sempit akan tetap tertutup.

Sementara semua pekerja akan kembali bekerja mulai Sabtu (31/5) pekan depan. "Kami bisa mengatakan bahwa kita telah melewati tiga tahap virus corona," kata Rouhani, Sabtu (23/5), seperti dikutip Reuters.

Fase keempat adalah penahanan di 10 dari 31 provinsi Iran, di mana situasinya lebih baik dan skrining akan semakin intensif. Sementara pasien yang terinfeksi akan dipisahkan dari populasi.

Baca Juga: Kasus corona tembus 5,12 juta, ini 20 negara dengan kasus tertinggi

Presiden Iran menyatakan, restoran akan buka kembali setelah Ramadan dan pertandingan olahraga akan berlangsung tanpa penonton. Universitas tapi bukan sekolah kedokteran akan buka kembali pada 6 Juni.

Rouhani mengungkapkan, sebanyak 88% dari kematian akibat virus corona di Iran adalah pasien dengan penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Menurut angka Kementerian Kesehatan Iran, lebih dari 7.000 orang sejauh ini meninggal akibat pandemi di negeri Mullah dan lebih dari 130.000 terinfeksi virus corona.



TERBARU

[X]
×