kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Saat ini tak ada kompetitor Huawei yang berasal dari Amerika Serikat


Senin, 18 Mei 2020 / 19:35 WIB
Saat ini tak ada kompetitor Huawei yang berasal dari Amerika Serikat
ILUSTRASI. Logo Huawei. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Huawei meyakini upaya bisnisnya dapat terus berkembang kendati mendapatkan hadangan lewat perpanjangan larangan dagang produk oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS)

Rotating Chairman Huawei Guo Ping menuturkan masih ada potensi pada negara-negara maupun wilayah non-AS dalam upaya pengembangan standar terpadu (unified standards) pengembangan teknologi 5G.

Baca Juga: Alami banyak tantangan bisnis, Huawei tetap percaya diri

"Kita mengalami masa dimana harus mengganti gawai dari 2G ke 3G beberapa tahun lalu. Namun dengan 5G kita berujung pada standar terpadu dan saya rasa tren ini bakal terus terjadi," tutur Guo dalam Huawei Global Analyst Summit (HAS) 2020, Senin (18/5).

Guo bahkan menilai, pengapdosian standar yang berbeda oleh Amerika Serikat membuat perusahaan telekomunikasi asal Negeri Paman Sam tersebut menurun dan kehilangan kepemimpinan dalam kompetisi global. "Jadi hari ini, (dapat saya katakan) tak ada kompetitor Huawei yang berasal dari AS," tegas Guo.

Ia pun menilai, organisasi internasional bakal terus melanjutkan promosi standar terpadu kendati mengalami banyak tekanan ke depannya.

Ia memastikan pihaknya berkomitmen untuk tetap berpartisipasi aktif dan mendukung pengembangan standar terpadu. "Kami berharap hal ini berlangsung secara terbuka, adil dan tidak diskriminatif melainkan kolaboratif. Agar kami dapat mengembangkan standar yang terpadu secara global," kata Guo.

Baca Juga: Kembali tertekan kebijakan pemerintah AS, ini tanggapan Huawei

Dalam paparannya, Guo menjelaskan, Huawei dalam perjalanan selama 30 tahun telah 1.500 sambungan di 170 negara dan region. Serta telah melayani 3 miliar pelanggan diseluruh dunia.

Ia melanjutkan, pada 2025 mendatang ekonomi digital akan mewakili sektor industri dengan nilai mencapai US$ 23 triliun. "Industri teknologi informasi masih memiliki potensi besar. Kita bisa melihat lebih banyak peluang daripada tantangan untuk industri ini," jelas Guo.

Adapun, Huawei berencana untuk melanjutkan investasinya ke tiga bidang utama yakni konektivitas, komputasi, dan perangkat pintar.




TERBARU

[X]
×