kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.072   -38,00   -0,21%
  • IDX 6.050   10,34   0,17%
  • KOMPAS100 790   1,16   0,15%
  • LQ45 600   0,84   0,14%
  • ISSI 210   -0,45   -0,22%
  • IDX30 339   0,53   0,16%
  • IDXHIDIV20 422   0,23   0,05%
  • IDX80 90   0,10   0,11%
  • IDXV30 115   -0,44   -0,38%
  • IDXQ30 109   0,15   0,14%

Saham SK Hynix Melonjak Hampir 13% Rabu (15/7), Ditopang Inflasi AS yang Melandai


Rabu, 15 Juli 2026 / 08:10 WIB
Saham SK Hynix Melonjak Hampir 13% Rabu (15/7), Ditopang Inflasi AS yang Melandai
ILUSTRASI. SK Hynix (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham produsen chip memori Korea Selatan, SK Hynix, melonjak hampir 13% pada perdagangan Rabu (15/7/2026), mengikuti penguatan saham-saham teknologi di Wall Street setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan.

Sentimen positif juga datang dari dimulainya cakupan riset oleh Barclays yang memberikan rekomendasi optimistis terhadap saham perusahaan.

Baca Juga: Penjualan Bijih Besi Rio Tinto Melonjak, Harga Diesel Jadi Beban

Melansir Reuters, saham SK Hynix sempat melesat hingga 12,7% pada perdagangan pagi di Bursa Seoul. Kenaikan ini mengikuti lonjakan hampir 28% saham American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix di Nasdaq pada Selasa (14/7).

Barclays memulai cakupan riset terhadap ADR SK Hynix dengan rekomendasi "overweight" dan menetapkan target harga US$ 330 per saham. Pada perdagangan Selasa, ADR SK Hynix ditutup melonjak hampir 28% ke level US$ 193,92.

Penguatan saham SK Hynix juga didorong oleh reli saham teknologi di AS setelah data inflasi Juni menunjukkan tekanan harga mereda lebih besar dari perkiraan pasar.

Data tersebut meningkatkan optimisme investor terhadap aset berisiko meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung.

Pada Selasa, indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat, ditopang oleh laporan kinerja positif bank-bank besar AS serta inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi.

Baca Juga: Didukung Goldman Sachs, Attovia Therapeutics Ajukan IPO di Bursa AS

Data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS menunjukkan inflasi melambat pada Juni, terutama karena tekanan harga energi mereda setelah sempat muncul harapan kemajuan dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran pada bulan lalu.

Meski demikian, reli saham chip terjadi setelah beberapa pekan terakhir sektor tersebut mengalami volatilitas. Investor sebelumnya khawatir pertumbuhan laba produsen chip memori akan melambat karena kenaikan harga produk diperkirakan mulai moderat pada paruh kedua 2026.

Pasar juga mencermati perlambatan belanja modal sejumlah penyedia layanan komputasi awan (cloud) besar di AS, meningkatnya kebutuhan pendanaan, serta ekspansi kapasitas produksi bernilai miliaran dolar oleh produsen chip memori yang berpotensi mengurangi ketatnya keseimbangan pasokan dan permintaan.

Namun, sejumlah analis tetap optimistis bahwa lonjakan permintaan dari pengembangan kecerdasan buatan (AI) akan menjaga pasar chip memori tetap ketat.

Baca Juga: AI Bisa Jadi Berkah atau Bencana bagi Ketimpangan Ekonomi? Ini Kata Gubernur The Fed

Analis senior Meritz Securities Kim Sunwoo mengatakan, produsen chip DRAM, yang digunakan pada komputer, server, dan perangkat seluler, saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 75% hingga 80% permintaan pasar karena pasokan semakin terbatas pada paruh kedua 2026.

Menurutnya, tingkat pemenuhan permintaan tersebut dapat turun ke kisaran 60% pada 2027. Bahkan jika permintaan spekulatif dikeluarkan dari perhitungan, produsen diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar 70% kebutuhan pasar.

"Dengan kekurangan pasokan yang diperkirakan semakin dalam, harga chip memori dan kinerja laba perusahaan kemungkinan akan terus meningkat sehingga mendukung pemulihan harga saham," ujar Kim.

Baca Juga: Kabar Skuad Argentina Jelang Semifinal: Tak Ada Pemain yang Absen Lawan Inggris

Pekan lalu, Reuters melaporkan CEO SK Hynix, Kwak Noh-jung, memperkirakan industri memori global akan menghadapi kekurangan pasokan terburuk sepanjang sejarah pada 2027.

Menurutnya, permintaan diperkirakan tetap melampaui kapasitas produksi perusahaan hingga setelah 2030 meskipun ekspansi kapasitas dilakukan secara agresif.

Sementara itu, indeks acuan KOSPI Korea Selatan tercatat menguat sekitar 7% pada perdagangan Rabu pagi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×