kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Salesforce merampungkan akuisisi Slack dengan nilai US$ 2,77 miliar


Kamis, 22 Juli 2021 / 11:02 WIB
Salesforce merampungkan akuisisi Slack dengan nilai US$ 2,77 miliar
ILUSTRASI. Salesforce.com telah merampungkan pembelian Slack Technologies Inc senilai US$ 27,7 miliar.

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Pembuat perangkat lunak bisnis Salesforce.com telah merampungkan pembelian Slack Technologies Inc senilai US$ 27,7 miliar. Akuisisi jumbo ini menjadi pertaruhan Salesforce bahwa aplikasi workplace Slack akan populer untuk kolaborasi di dalam dan antara perusahaan-perusahaan.

Mengutip Reuters, regulator antimonopoli AS telah memberi lampu hijau atas kesepakan ini. Gabungan kedua perusahaan akan menjadi penantang kuat bagi Microsoft Corp sebagai penyedia perangkat lunak workplace teratas. Aplikasi Teams milik Microsoft bersaing dengan Slack untuk mendominasi pasar.

Presiden Salesforce Bret Taylor dan Kepala Eksekutif Slack Stewart Butterfield mengatakan bahwa kedua belah pihak berharap kesepakatan itu akan turut mempermudah aktivitas para pelanggan. Mereka juga ingin mengurangi kerumitan menggunakan ratusan aplikasi berbasis cloud yang berbeda untuk pekerjaan.

Misalnya, kanal Slack dapat dibuat untuk menggantikan semua email, panggilan telepon, dan konferensi video antara tim penjualan yang melakukan kesepakatan dengan tim pengadaan di perusahaan lain. "Ribuan aplikasi bisa bekerja dengan Slack, sehingga dokumen dari platform pihak ketiga seperti Google Drive dapat masuk ke saluran dengan layanan seperti DocuSign Inc,” kata Taylor.

Baca Juga: Volvo bakal akuisisi seluruh saham induk perusahaan Geely

Para analis memandang Teams sebagai saingan terbesar Slack. Tapi Butterfield mengatakan Slack akan terus berintegrasi dengan aplikasi Microsoft sejalan dengan tujuannya untuk memudahkan para karyawan menyelesaikan pekerjaan.

"Yang diinginkan pelanggan adalah interoperabilitas. Mereka tidak mau harus membuat pilihan yang sulit. Kami akan berintegrasi dengan semua orang termasuk Microsoft dan Salesforce, tentu saja, tetapi juga ServiceNow dan Workday, dan siapa pun yang dapat Anda pikirkan," pungkas Butterfield. 

Baca Juga: Zoom mengakuisisi Five9 Inc senilai US$ 14,7 miliar




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×