kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Samsung Electronic Akuisisi Dua Pabrik di Polandia


Kamis, 17 Desember 2009 / 06:50 WIB
Samsung Electronic Akuisisi Dua Pabrik di Polandia


Sumber: KONTAN | Editor: Test Test

WARSAWA. Samsung Electronics Co. tak henti-hentinya membuat kejutan. Setelah awal pekan ini mengumumkan perombakan manajemen, mereka kembali membuat kejutan.

Di bawah manajemen baru, Rabu (16/12), Samsung merilis berita bahwa mereka akan mengakuisisi dua pabrik elektronik di Warsawa, Polandia. Nilai akuisisi mencapai 200 juta zlotys atau sekitar US$ 69 juta. Demikian tulisan harian nasional Polandia, Rzeczpospolita.

Dengan dana sebesar itu, Samsung akan mengambil alih masing-masing pabrik pembuat kulkas dan mesin cuci milik Amica Wronki yang berbasis di Warsawa. Setelah akuisisi itu, nantinya pabrik-pabrik tersebut akan terus memproduksi, masing-masing untuk Amica Wronki dan Samsung. Ke depan, kedua pabrik tersebut berencana meningkatkan kapasitas produksi dan menambah jumlah pekerja.

Sekadar catatan, Manajemen Samsung Electronics mengumumkan penggantian pucuk pimpinan mereka, Senin (14/12) kemarin. Presiden Direktur sekaligus Direktur Bidang Media Digital Samsung, Geesung Choi, mengambil alih posisi Chief Executive Officer (CEO) dari tangan Lee Yoon-woo.

Sementara Lee, yang telah menjabat sebagai CEO sejak Mei 2008, akan menempati posisi baru sebagai chairman. Samsung juga telah menunjuk Jay Y. Lee sebagai Chief Operating Officer (COO) dan Ju-Hwa Yoon sebagai Chief Financial Officer (CFO).

Samsung Electronics merupakan perusahaan pembuat chip memori terbesar di dunia, televisi liquid crystal displays (LCD), dan televisi layar datar. Sementara di bidang telepon seluler (ponsel), perusahaan raksasa asal Korea Selatan tersebut menempati posisi kedua setelah produsen ponsel asal Finlandia: Nokia.

Tahun lalu, Samsung ikut tergucang badai krisis ekonomi global. Sebab, permintaan elektronik mendadak anjlok akibat daya beli masyarakat global yang letoi. Keuangan Samsung mulai pulih dalam tiga kuartal terakhir tahun ini.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×