Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Data TrendForce menunjukkan harga kontrak salah satu jenis chip DRAM melonjak 313% pada kuartal IV dibandingkan setahun sebelumnya. Pada kuartal berjalan, harga kontrak DRAM konvensional diperkirakan kembali naik 55%–60%.
Samsung, yang juga merupakan produsen smartphone dan televisi terbesar dunia, memperkirakan pendapatan kuartal IV naik 23% secara tahunan menjadi rekor 93 triliun won.
Analis NH Investment & Securities Ryu Young-ho menilai bisnis semikonduktor akan menjadi penyumbang terbesar laba Samsung, dengan kontribusi sekitar 17 triliun won pada kuartal IV. Kuatnya harga chip memori dinilai mampu menutupi pertumbuhan yang lebih lambat di bisnis ponsel.
Baca Juga: Laba Kuartal III-2025 BlackRock Naik, Aset Kelolaan Tembus Rekor US$13,46 Triliun
Namun, kenaikan harga komponen memori juga berpotensi menekan margin di segmen smartphone, PC, dan pusat data. Analis DB Securities Seo Seung-yeon memperkirakan laba bisnis mobile Samsung pada kuartal IV turun dibandingkan tahun sebelumnya akibat meningkatnya biaya komponen.
Sebaliknya, bisnis layar diperkirakan mencatat pertumbuhan laba berkat kuatnya penjualan iPhone 17, produk unggulan Apple yang menjadi pelanggan utama Samsung.
Co-CEO Samsung TM Roh mengakui dampak kenaikan harga memori tidak dapat dihindari dan membuka kemungkinan penyesuaian harga produk ke depan.
Analis juga menyoroti potensi pertumbuhan signifikan bisnis high-bandwidth memory (HBM) Samsung mulai 2026, didorong permintaan chip khusus seperti tensor processing units (TPU) serta peluang peningkatan pangsa pasar di Nvidia.
Baca Juga: Emiten Ritel Akan Terdorong Sentimen Musiman di Kuartal IV-2025, Cek Pilihan Sahamnya
Co-CEO Jun Young-hyun sebelumnya menyatakan pelanggan Samsung memberikan respons positif terhadap chip HBM generasi terbaru, HBM4, bahkan menyebut “Samsung sudah kembali kompetitif”.
Samsung dijadwalkan merilis laporan keuangan lengkap, termasuk rincian kinerja tiap divisi bisnis, pada 29 Januari mendatang.













