Sejumlah perusahaan raksasa boikot pasang iklan, Facebook akhirnya mau beri label

Sabtu, 27 Juni 2020 | 06:50 WIB Sumber: Reuters
Sejumlah perusahaan raksasa boikot pasang iklan, Facebook akhirnya mau beri label

ILUSTRASI. Facebook Chairman and CEO Mark Zuckerberg testifies at a House Financial Services Committee hearing in Washington, U.S., October 23, 2019. REUTERS/Erin Scott TPX IMAGES OF THE DAY


KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Facebook Inc mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya akan mulai memberikan label terhadap konten yang layak diberitakan dan terhadap semua posting serta iklan tentang pemilu dengan tautan ke informasi resmi, termasuk dari politisi.

Hal itu dikatakan seorang juru bicara Facebook terkait kebijakan baru raksasa media sosial tersebut. Itu berarti Facebook akan melampirkan tautan pada informasi pemungutan suara yang di posting Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan lalu tentang surat suara. Saingannya Twiiter, telah lebih dahulu menempelkan label periksa fakta pada postingan tersebut.

Baca Juga: Wall Street anjlok lebih dari 2% karena lonjakan virus corona di AS

Mengutip Reuters, Sabtu (27/6), kebijakan baru Facebook tersebut muncul setelah media yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut mendapat tekanan dari para pengiklan raksasanya. 

Dimana lebih dari 90% pengiklan telah bergabung dalam kampanye memboikot pemasangan iklan terhadap perusahaan yang membiarkan informasi yang berisi kebencian dan informasi palsu disiarkan.

Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam hal ini antara lain seperti Honda Motor Co Ltd,  Ben & Jerry's Unilever, Verizon Communications Inc dan The North Face, sebuah unit VF Corp.

Baca Juga: Google akhirnya membayar beberapa media di Australia, Brasil, Jerman terkait konten

Salah satu pengiklan teratas Facebook, raksasa barang-barang konsumen Procter & Gamble Co, pada hari Rabu berjanji untuk melakukan tinjauan terhadap platform iklan dan menghentikan pengeluaran di tempat ia menemukan konten yang penuh kebencian. P&G menolak mengatakan apakah mereka telah mencapai keputusan di Facebook.

Saham Facebook ditutup anjlok  lebih dari 8% dan Twitter berakhir turun 7% pada hari Jumat setelah Unilever PLC mengatakan akan menghentikan pemasangan iklan  di Facebook, Instagram dan Twitter untuk sisa tahun ini.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru