CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Sejumlah perusahaan raksasa boikot pasang iklan, Facebook akhirnya mau beri label


Sabtu, 27 Juni 2020 / 06:50 WIB
Sejumlah perusahaan raksasa boikot pasang iklan, Facebook akhirnya mau beri label
ILUSTRASI. Facebook Chairman and CEO Mark Zuckerberg testifies at a House Financial Services Committee hearing in Washington, U.S., October 23, 2019. REUTERS/Erin Scott TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Facebook Inc mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya akan mulai memberikan label terhadap konten yang layak diberitakan dan terhadap semua posting serta iklan tentang pemilu dengan tautan ke informasi resmi, termasuk dari politisi.

Hal itu dikatakan seorang juru bicara Facebook terkait kebijakan baru raksasa media sosial tersebut. Itu berarti Facebook akan melampirkan tautan pada informasi pemungutan suara yang di posting Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan lalu tentang surat suara. Saingannya Twiiter, telah lebih dahulu menempelkan label periksa fakta pada postingan tersebut.

Baca Juga: Wall Street anjlok lebih dari 2% karena lonjakan virus corona di AS

Mengutip Reuters, Sabtu (27/6), kebijakan baru Facebook tersebut muncul setelah media yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut mendapat tekanan dari para pengiklan raksasanya. 

Dimana lebih dari 90% pengiklan telah bergabung dalam kampanye memboikot pemasangan iklan terhadap perusahaan yang membiarkan informasi yang berisi kebencian dan informasi palsu disiarkan.

Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam hal ini antara lain seperti Honda Motor Co Ltd,  Ben & Jerry's Unilever, Verizon Communications Inc dan The North Face, sebuah unit VF Corp.

Baca Juga: Google akhirnya membayar beberapa media di Australia, Brasil, Jerman terkait konten

Salah satu pengiklan teratas Facebook, raksasa barang-barang konsumen Procter & Gamble Co, pada hari Rabu berjanji untuk melakukan tinjauan terhadap platform iklan dan menghentikan pengeluaran di tempat ia menemukan konten yang penuh kebencian. P&G menolak mengatakan apakah mereka telah mencapai keputusan di Facebook.

Saham Facebook ditutup anjlok  lebih dari 8% dan Twitter berakhir turun 7% pada hari Jumat setelah Unilever PLC mengatakan akan menghentikan pemasangan iklan  di Facebook, Instagram dan Twitter untuk sisa tahun ini.

Dalam postingan di akun Facebooknya, Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya konsiten memberikan label pada konten-konten yang dianggap penuh kebencian dan informasi yang salah.

"Tidak ada pengecualian untuk politisi dalam kebijakan apa pun yang saya umumkan di sini hari ini," ujarnya.

Zuckerberg juga mengatakan Facebook akan melarang iklan yang mengklaim orang dari kelompok berdasarkan ras, agama, orientasi seksual atau status imigrasi merupakan ancaman terhadap keselamatan fisik atau kesehatan.

Baca Juga: Twitter, Facebook menonaktifkan video penghargaan Trump untuk Floyd karena hak cipta

Pidato Zuckerberg gagal, kata Rashad Robinson, presiden kelompok hak-hak sipil Color Of Change, yang merupakan salah satu kelompok di balik kampanye boikot.

"Apa yang kita lihat dalam pidato hari ini dari Mark Zuckerberg adalah kegagalan untuk bergulat dengan kerugian yang ditimbulkan FB pada demokrasi & hak-hak sipil kita," tweeted Robinson.

"Jika ini adalah tanggapan yang dia berikan kepada pengiklan besar yang menarik jutaan dolar dari perusahaan, kita tidak bisa mempercayai kepemimpinannya," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×