kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sekitar 25 Negara Dikabarkan Mengantre untuk Bergabung dengan BRICS


Selasa, 27 Februari 2024 / 09:31 WIB
Sekitar 25 Negara Dikabarkan Mengantre untuk Bergabung dengan BRICS


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Sekitar 25 negara saat ini dilaporkan sedang mengantre untuk bisa bergabung dengan BRICS, sebuah organisasi antar pemerintah yang dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Duta Besar Afrika Selatan untuk Rusia, Mzuvukile Geoff Maqetuka, mengatakan bahwa memang akan ada negara baru yang bergabung dengan BRICS, namun dirinya tidak menyebutkan nama.

"Di Kazan, tentu saja akan ada anggota baru yang akan menjadi anggota. Totalnya ada sekitar 25 (negara) yang menyatakan siap bergabung dengan BRICS," kata Maqetuka, dikutip TASS hari Selasa (27/2).

Maqetuka turut menjelaskan garis besar dari proses bagaimana suatu negara bisa bergabung dengan BRICS. Dirinya menyampaikan ada dua cara utama yang bisa dilakukan.

Baca Juga: 30 Negara Menyatakan Minat untuk Bermitra dengan BRICS

Pertama, sebuah negara harus dapat menunjukkan bahwa mereka benar-benar berniat untuk bergabung. Kedua, negara bisa melamar langsung dengan mengatakan bahwa mereka ingin bergabung.

"Saat ini, ada 25 negara dan pada KTT ke-15, enam dari 25 negara telah dinominasikan. Menurut saya hanya 12 negara yang dipertimbangkan dari 25 negara tersebut. Jadi masih ada sekitar 11 negara yang masih menunggu," Maqetuka menjelaskan.

Maqetuka memperkirakan daftar kandidat akan bisa terlihat jelas pada KTT BRICS di Kazan bulan Oktober mendatang. Dia pun meyakinkan bahwa jumlah anggota BRICS akan bertambah.

Sedikit bocoran, Maqetuka menyebutkan beberapa negara yang telah mendaftar termasuk Aljazair, Belarusia, dan Pakistan.

Baca Juga: Afrika Selatan: 5 Negara Konfirmasi Bakal Bergabung dengan BRICS

"Akan ada pengumuman anggota baru, terutama dari blok yang sudah mendaftar. Negara-negara seperti Aljazair, negara-negara seperti Belarus, Pakistan, dan banyak negara lainnya. adi akan ada perluasan di Kazan, namun tetap saja, 11, 12, atau 10 negara yang tersisa tidak mungkin diterima. Itu harus dilakukan secara bertahap," katanya.

Terkait kepemimpinan BRICS, Maqetuka merasa Brasil adalah negara yang tepat. 

BRICS bermula dari sebuah forum empat negara yang secara khusus menyoroti peluang investasi. Pada pertemuan puncak pertamanya tahun 2009, Afrika Selatan bergabung dan kelompok ini resmi bernama BRICS.

Seiring dengan berjalannya waktu, kelompok ini berkembang menjadi blok geopolitik, di mana hubungan bilateral antar anggotanya dilakukan atas dasar non-intervensi, kesetaraan, dan saling menguntungkan.

Selain lima negara pendiri, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab resmi menjadi anggota BRICS sejak 1 Januari 2024.




TERBARU

[X]
×